Mega Bicara Islam Garis Keras Takut Patung Pahlawan: Itu Hanya Pengenalan

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 16:24 WIB
Isu Megawati Sakit Hoax, Ini 3 Kabar Terbarunya
Megawati Soekarnoputri (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berbicara soal pandangan Islam garis keras terhadap pembuatan patung pahlawan nasional. Megawati menjelaskan tujuan pembuatan patung untuk memperkenalkan sosok pahlawan nasional kepada generasi muda.

Penjelasan itu disampaikan Megawati saat memberikan sambutan acara peresmian dan penandatanganan prasasti Taman UMKM Bung Karno yang digelar secara virtual, Kamis (28/10/2021). Megawati awalnya meminta setiap daerah membuat patung Sukarno.

"Jadi, kalau memungkinkan maka tentu tidak perlu terburu-buru, karena sifat kita gotong royong. Bikinlah di setiap daerah yang namanya patung beliau (Bung Karno)," kata Megawati.

Megawati mengingatkan bahwa Bung Karno adalah Bapak Bangsa. Dia ingin Bung Karno selalu diingat oleh generasi muda Tanah Air.

"Mau tidak mau, suka tidak suka, beliau adalah proklamator kita, bapak bangsa, dan diberi gelar pahlawan nasional. Sehingga hal seperti itu harus selalu diingatkan ke generasi muda," sebutnya.

Lebih lanjut Megawati tak memungkiri bahwa pembuatan patung pahlawan nasional hanya bersifat simbolis. Namun, kalau pahlawan nasional hanya sebatas pernyataan, generasi muda tidak akan tahu sosoknya.

"Kan suka ada yang katakan, 'apa artinya patung?'. Ya memang sebetulnya itu sifatnya simbolis. Tetapi, kalau hanya dikatakan saja, tidak memungkinkan orang akan melihat bahwa bagaimana toh sosoknya," ucap Presiden ke-5 RI itu.

Barulah kemudian Megawati berbicara tentang pandangan Islam garis keras terhadap patung. Megawati menekankan tujuan pembuatan patung nasional bukan untuk didewa-dewakan atau disembah.

"Patung itu kan mempresentasikan sosok seseorang, Pangeran Diponegoro begini, Bung Karno begitu. Ada yang katakan itu kan, kalau dari Islam garis keras mengatakan tidak boleh, takut itu (patung) didewakan, atau disembah. Tidak ada niat seperti itu (mendewakan atau menyembah patung), (patung) hanya sebuah pengenalan dari sosok pahlawan-pahlawan," tutur Megawati.

Seperti diketahui, perihal patung pahlawan nasional sebelumnya sempat menjadi perbincangan publik. Ketika itu, perhatian publik tersita karena Letnan Jenderal TNI (Purn) Azmyn Yusri Nasution meminta patung Soeharto dkk yang berada di Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat, dibongkar.

Simak juga 'Jokowi Akan Beri Gelar Pahlawan ke 4 Tokoh, Ada Umar Ismail':

[Gambas:Video 20detik]



(zak/tor)