Menteri-menteri Dicurigai Bakal Jadikan G20 Panggung Pencitraan ke Pilpres

Eva Safitri - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 16:17 WIB
Hendri Satrio
Hendri Satrio (Foto: istimewa)
Jakarta -

Analis komunikasi politik Hendri Satrio mengatakan Presiden Jokowi harus me-manage penyelenggaraan KTT G20 dengan baik. Jika tidak, menurutnya, acara itu akan dimanfaatkan untuk menjadi panggung politik, apalagi tokoh yang muncul di G20 adalah yang masuk bursa capres 2024.

"Secara politik, G20 ini akan menjadi legacy yang bagus buat Pak Jokowi, tapi juga akan menjadi sarana panggung politik yang menurut saya harus di-manage sedemikian rupa oleh Pak Jokowi supaya tidak terjadi competition stage nanti pada saat pelaksanaan itu," kata Hensat, dalam diskusi KedaiKopi bertajuk 'Menuju KTT G20 di Indonesia' secara virtual, Kamis (28/10/2021).

Tokoh yang dimaksud Hensat adalah Sri Mulyani, Airlangga Hartarto, serta beberapa nama lain yang akan muncul di G20. Menurutnya, bukan tidak mungkin para tokoh itu mengambil kesempatan untuk mencari panggung biar dikenal secara internasional.

"Tadi juga dijelaskan yang pasti sudah mendapatkan panggung adalah Sri Mulyani dan Airlangga Hartarto, keduanya disebut-sebut sebagai salah satu capres di 2024 termasuk dalam survei Kedai Kopi kedua nama itu ada. Bagaimana dengan nama lain, ada Erick Thohir, Mahfud Md, Tito Karnavian, belum lagi ada Sandiaga Uno. Jadi harus juga diperhatikan jangan sampai ada perebutan panggung politik," ujarnya.

"Yang memang mungkin tidak langsung di G20, tapi perhatian pubik akan terpecah-pecah dengan aksi-aksi para tokoh politik yang memang memanfaatkan G20 ini sebagai panggung untuk dikenal secara dunia dan kemudian juga dikenal secara internal. Dikenal secara dunia pasti ada beberapa manuver-manuver public relation yang akan dilakukan belum lagi penggunaan media sosial dan media massa yang ada pada saat G20 nanti," lanjutnya.

Selain itu, Hensat mengkhawatirkan manfaat KTT G20 bagi masyarakat Indonesia. Menurutnya, sampai saat ini belum ada penjelasan terkait manfaat yang akan diterima bagi masyarakat.

Hensat berharap pemerintah menjelaskan hal itu. Sebab, menurutnya, jangan sampai penyelenggaraan G20 ini hanya sebagai ajang dokumentasi pemerintah.

"Saya mendukung G20 ini, hanya saja sampai hari ini saya belum menemukan kira-kira manfaatnya akankah bisa dimanfaatkan secara maksimal dari presidensi G20 ini, jangan hanya menerima atas keberhasilan pemerintah melobi India sebagai tuan rumah G20 hanya dijadikan sebagai catatan legacy pemerintahan Pak Jokowi saja tanpa ada hal-hal positif yang lebih besar dari sekedar dokumentasi acara internasional. Itu yang menurut saya perlu kita tunggu penjelasan dari pemerintah," tuturnya.

(eva/tor)