Megawati: Apakah PDIP Tak Boleh Menang Terus?

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 16:11 WIB
Jakarta -

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berbicara terkait keinginannya agar PDIP menjadi partai yang terus dipercaya oleh masyarakat. Dia mengatakan tidak ada aturan yang melarang partai untuk menang terus di kontestasi Pemilu.

Hal tersebut disampaikan Megawati saat acara webinar Peresmian dan Penandatanganan Prasasti Taman UMKM Bung Karno dan 16 Kantor Partai dalam rangka Hari Sumpah Pemuda. Megawati awalnya menyarankan pemuda partai aktif bertanya kepada para senior terkait perkembangan PDIP sampai menjadi saat ini.

"Apa yang saya maksud saya ingatkan kembali ke orang-orang lama? Karena dari mereka yang muda-muda sebaiknya menanyakan, tidak perlu resmi, pengalaman zaman susah seperti apa?" kata Megawati, saat webinar, Kamis (28/10/2021).

Megawati mengatakan pemuda partai perlu tahu perkembangan partai hingga kini sempat 2 kali memenangi Pemilu. Dia lantas berharap PDIP tetap menjadi partai yang dipercaya rakyat.

"Seperti sekarang yang saya katakan PDIP mudah-mudahan sebuah partai yang sekarang dipercaya oleh rakyat, sudah 2 kali menimba kemenangan," ucapnya.

Lebih lanjut, Megawati menyebut tidak ada aturan yang menghalangi PDIP untuk kembali menang ke depannya. Menurutnya, kalaupun Presiden Jokowi tidak boleh menjabat lagi, PDIP masih diperbolehkan menang kembali di 2024.

"Saya selalu mengatakan apakah ada aturan bahwa kita tidak boleh menang terus? Boleh, maksud saya, nggak ada yang menghalangi, karena yang harus ditarik itu adalah presidennya (Jokowi) hanya boleh 2 kali, tapi kalau partainya mau memang terus ndak ada aturan ndak boleh, malah itu yang saya inginkan supaya partai kita ini terus," ujarnya.

Dia juga berharap PDIP terus ada selama NKRI ada. Menurutnya, PDIP sebagai partai nasionalis yang harus selalu ada mengikuti pemikiran dan ajaran-ajaran Presiden ke-1 RI, Soekarno.

"Supaya tadi dikatakan Pak Tjahjo Kumolo, (PDIP) harus ada selama NKRI ini ada, kita merupakan partai nasionalis, artinya yang harus mengikuti yang disebut sebagai pemikiran atau ajaran-ajaran bung Karno," tuturnya.

(maa/tor)