PPP Dukung Kapolri soal Potong Kepala: Jangan Cuma Seruan

Matius Alfons - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 12:11 WIB
Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani menilai paham dan gerakan radikalisme bisa dicegah dan dihentikan, jika seluruh proses penyelenggaraan negara membuka ruang konsultasi dan partisipasi publik.
Arsul Sani (Foto: Dok. MPR)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit menyerukan, jika pimpinan Polri tak mampu membersihkan ekor, dirinyalah yang akan memotong kepalanya. Anggota Komisi III DPR Fraksi PPP, Arsul Sani, berharap Jenderal Sigit tidak hanya menyerukan, tapi juga harus berani menerapkan itu.

Awalnya Arsul menyebut sikap Jenderal Sigit terkait teladan pemimpin di Polri sudah benar. Menurutnya, tindakan atasan bisa menjadi teladan bagi kesatuan dan bawahannya.

"Pernyataan Kapolri tersebut sudah menunjukkan paradigma kepemimpinan yang benar, yakni bahwa pimpinan itu harus mulai dari diri sendiri dulu untuk tertib, tidak bergaya hidup mewah, tidak hanya menuntut bawahannya disiplin, mencontohkan dengan nyata tagline Polri melindungi dan mengayomi, dsb-nya. Bahasa singkat menjadi teladan kebaikan bagi kesatuan dan bawahannya," ucap Arsul saat dihubungi, Kamis (28/10/2021).

Arsul berkeyakinan, dengan budaya yang dianut Indonesia, teladan pemimpin akan lebih efektif untuk membenahi jajaran. Dia menyebut, jika pernyataan Jenderal Sigit dilaksanakan, revolusi mental akan terjadi di Polri.

"Jadi kalau pimpinan Polri pada tiap tingkatan bisa menunjukkan contoh teladan yang baik bagi kesatuan dan bawahannya, maka apa yang disebut revolusi mental di Polri akan terjadi. Ini akan melengkapi reformasi birokrasi yang sudah dijalankan," ucapnya.

Meski demikian, Arsul menyebut pernyataan Kapolri Jenderal Sigit itu baru akan tercapai jika tidak berhenti pada seruan. Dia meminta Jenderal Sigit benar-benar berani memotong kepala dengan memberi sanksi penggantian hingga pencopotan terhadap pimpinan Polri yang bawahannya bermasalah.

"Untuk memastikan bahwa paradigma kepemimpinan di atas itu akan berjalan, tidak hanya berhenti pada seruan, ya memang sanksi penggantian atau pemotongan pada kepala ikan harus diterapkan," tuturnya.

"Efektif atau tidak itu tidak bisa diramalkan, tapi ikhtiar untuk membuat efektif itu harus terus dijalankan dengan paradigma dan kebijakan kepemimpinan yang diperbaharui. Nanti setelah ikhtiar dilakukan baru kita evaluasi efektif-tidaknya," lanjutnya.

Simak peringatan Kapolri di halaman berikut