Pro Kontra soal Indomaret Minta Warga Ditarik Parkir Lapor Polisi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 11:38 WIB
Salah satu Indomaret di Bekasi
Salah satu Indomaret di Bekasi (Karin/detikcom)
Jakarta -

Muncul pro dan kontra di kalangan masyarakat menanggapi kebijakan salah satu Indomaret di Bekasi Selatan, Jawa Barat (Jabar), yang mempersilakan warga melapor polisi jika ditagih biaya parkir. Ada yang mendukung, ada pula yang tetap menginginkan juru parkir.

Salah satu warga yang pro kebijakan itu adalah Jauhari. Dia sepakat pihak Indomaret menerapkan parkir gratis. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian Indomaret dalam melindungi konsumen.

"Jadi konsumen nggak yang merasa risi tiap keluar dari Indomaret malah ditagih-tagih gitu kan. Ini kan perlindungan konsumen juga dari Indomaret," kata Jauhari, Rabu (27/10/2021).

"Iya, lumayan (uangnya kalau ditotal) karena kadang kan duitnya pas kita nyari duit recehan dulu," sambungnya.

Warga lainnya, Vito, berpendapat senada. Sebab, menurutnya, banyaknya parkir ilegal tidak menjamin keamanan kendaraannya juga.

"Toh, kita kadang parkir cuma dua menit, dan nggak ada jaminan motor aman atau nggak kemalingan dari mereka," kata Vito.

Namun suara berbeda disampaikan Fathan. Pemuda ini mengaku lebih setuju jika ada juru parkir di Indomaret.

Dia mengaku merasa aman memarkirkan kendaraannya di Indomaret jika ada juru parkir. Sejauh ini, dia juga tidak pernah mendapat paksaan dari para juru parkir untuk membayar jasa mereka menjaga motor di Indomaret.

"Tapi kalau saya sendiri sebagai warga tidak pernah keberatan untuk diminta gitu, karena memang mereka jaga motor kita, ngeluarin motor kita, dan juga pengalaman saya sejauh ini belum ketemu jurkir yang arogan gitu. Kalau kita nggak ada duit, dia juga bisa ngerti, 'Ya sudah, Pak, nggak apa, nggak usah dibayar'," katanya.

Kebijakan salah satu Indomaret di Bekasi menuai pujian di media sosial Twitter. Kebijakan itu ialah parkir gratis.

"Parkir Gratis. Khusus konsumen Indomaret, apabila ada pihak meminta uang parkir dan Anda merasa dirugikan, silakan laporkan Pasal 368-371 KUHP ke Polsek terdekat," demikian potongan kalimat di spanduk warna kuning itu.

Spanduk itu mencantumkan nomor polisi yang bisa dihubungi, yakni nomor Polsek Bekasi Selatan dan Polres Metro Bekasi. Cuitan tertanggal 26 Oktober ini sudah di-retweet 6.818 kali dan dikutip 1.377 kali, serta sudah 22,6 ribu akun yang me-like cuitan ini.

detikcom menghubungi Marketing Director PT Indomarco Prismatama, Wiwiek Yusuf, untuk meminta penjelasan mengenai kebijakan Indomaret di Bekasi tersebut.

"Itu hasil koordinasi dengan pemda dan kepolisian," kata Wiwiek kepada detikcom, Kamis (27/10).

(aud/fjp)