Saling Sindir PDIP-Demokrat Dinilai Hanya Perang Buka 'Borok'

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 08:30 WIB
Hendri Satrio
Hendri Satrio (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Demokrat (PD) terlibat aksi saling sindir. Aksi saling menyindir ini dinilai bakal berdampak negatif bagi PDIP dan Demokrat sendiri.

Pendiri lembaga survei KedaiKOPI Hendri Satrio menyebut perseteruan antara PDIP dan PD sebagai aksi buka 'borok'. Tidak ada keuntungan bagi keduanya dari perseteruan itu.

"Sindir-menyindir ini kan akhirnya jadi perang buka borok. Padahal setiap pembangunan ada kekurangan. Tidak ada keuntungan (saling sindir) kecuali memberi hasrat ego saja," kata Hendri saat dihubungi, Rabu (27/10/2021).

Jangan sampai saling sindir dua partai besar itu malah menjadi tontonan jenaka bagi masyarakat.

"Hati-hati PDI Perjuangan dengan Demokrat, kalau kejauhan saling sindirnya, nanti diketawain orang, diketawain rakyat," ujarnya.

Masyarakat juga bisa tak peduli terhadap ketegangan PDIP dengan Demokrat. Sebab, kini sudah zamannya pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

"Saling sindir atau tuduh-menuduh ini dalam politik tidak terlalu positif. Hal ini malah membuat rakyat kembali ingat perseteruan SBY-Mega, yang tidak perlu lagi dipertontonkan," katanya.

"Sekarang masa Pak Jokowi, ya lihat saja hasil pembangunan Pak Jokowi. Karena setiap presiden ada masa, ada hasil," katanya.

Diketahui, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto terus menyerang Presiden ke-6 RI SBY dan Partai Demokrat. Bahkan Hasto telah tiga kali menyindir dalam waktu yang berdekatan. Partai Demokrat pun terus membalas sindiran Hasto tersebut

Simak Video: Hasto 3 Kali Sindir SBY, PD Singgung Data Kemiskinan-Pengangguran

[Gambas:Video 20detik]




(aik/zak)