Viral Pria di Bali Diseret-Dikeroyok Gegara Mobil, Ini Alibi Pelaku

Sui Suadnyana - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 21:41 WIB
Pelaku pengeroyokan berbaju tahanan oranye, di Polsek Denpasar, Rabu (27/10/2021).
Pelaku pengeroyokan berbaju tahanan oranye. (Sui Suadnyana/detikcom)
Denpasar -

Video seorang pria di Bali diseret dan dikeroyok oleh tiga orang berbadan besar viral di media sosial (medsos). Pria yang dikeroyok tersebut bernama I Made Pande Windu Merta (28).

Adapun tiga orang pelaku pengeroyokan ialah Andi Masait alias Asep (42), Oter Ali (55), dan Herman Gani alias Imam (31). Asep dan Oter Ali sudah ditangkap dan polisi mengungkap alibi pelaku.

"Berdasarkan penyelidikan terhadap tersangka, sudah kami tangkap dua orang. Sedangkan satu orang masih tahap pencarian di mana kami dalam pencarian ini dibantu oleh Satreskrim Polresta Denpasar," kata Kapolsek Denpasar Utara Iptu I Putu Carlos Dolesgit saat konferensi pers di kantornya, Rabu (27/10/2021).

"Pelaku ada 3 karena situasi akan diamankan ke polsek, ada satu orang menyelinap dan sekarang masih proses pencarian. Semoga segera tertangkap karena cukup membuat resah di masyarakat," harapnya.

Carlos mengatakan, berdasarkan alibi yang disampaikan oleh tersangka, sebelumnya tersangka Asep memiliki permasalahan mobil dengan korban. Karena itu, tersangka Asep dan kedua temannya tersebut mencari korban dengan tujuan mengetahui posisi mobil tersebut.

"Menurut keterangan, tersangka Asep bahwa mempunyai permasalahan pribadi dengan pelapor/korban terkait mobil Toyota Yaris milik tersangka Asep yang telah dijual oleh pelapor/korban kepada orang lain dan mengganti pelat nomornya. Padahal mobil Toyota Yaris milik tersangka Asep masih dalam kondisi kredit/masa angsuran," terang Carlos.

Tersangka Asep mengaku sangat kesulitan mencari korban. Karena itu, dia memancing korban dengan menghubunginya dan mengatakan ada mobil murah. Adapun mobil yang dipakai untuk memancing korban merupakan mobil Kijang Innova Reborn milik rental yang disewa oleh pelaku Asep.

"Pemilik mobilnya ada rental yang punya. Rental orangnya sudah datang ke sini mobilnya memang asli ada pemiliknya, ada (BPKB) lengkap. Bukan (transaksi mobil bodong), bukan transaksi jual-beli mobil bodong seperti yang tersiar di media sosial," ungkap Carlos.

Dari upaya memancing tersebut, korban akhirnya sepakat dengan harga mobil yang ditawarkan Asep tersebut di harga Rp 75 juta. Namun, di lapangan, korban membayar down payment (DP) sebesar Rp 55 juta. Uang itu pun sudah diserahkan oleh korban kepada pelaku.

"Kemudian di perjalanan dengan pelaku bertujuan untuk menanyakan posisi mobil (yang diduga digelapkan korban) dan terjadilah percekcokan sehingga seperti apa yang tersampaikan dalam video yang viral. Korban meminta uangnya dikembalikan oleh pelaku," jelas Carlos.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.

Simak Video: Viral Pria Dikeroyok Penjual Mobil di Bali, 2 Pelaku Ditangkap Polisi

[Gambas:Video 20detik]