Pimpinan-Pejabat KPK Gelar Raker di Yogya, Novel Baswedan Mengkritik

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 20:18 WIB
Gedung baru KPK
Gedung Merah Putih KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK mengadakan rapat intensif yang juga diikuti oleh para pimpinan serta pejabat struktural di Yogyakarta. Rapat ini bertujuan menguatkan kinerja kelembagaan antar-unit kerja di KPK.

"Rapat intensif yang digelar di Yogyakarta ini telah diagendakan jauh-jauh hari baik dari aspek perencanaan anggaran maupun rancangan pelaksanaannya, namun harus tertunda karena kondisi pandemi dan baru bisa dilaksanakan saat ini," kata Sekjen KPK Cahya H Harefa kepada wartawan, Rabu (27/10/2021).

"Pelibatan pimpinan dan para pejabat struktural ini juga penting untuk menyelaraskan seluruh program kerja KPK, membangun kerja sama antar-tim dan unit kerja, yang pada akhirnya bisa menguatkan kinerja kelembagaan," tambahnya.

Cahya mengatakan rapat intensif ini juga ditujukan untuk menyempurnakan struktur organisasi usai peralihan status para pegawai menjadi ASN melalui tes wawasan kebangsaan (TWK). Hal ini juga dimaksud sebagai harmonisasi dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi KPK.

"Pasca-pelantikan peralihan status pegawai KPK menjadi ASN tersebut, kami kemudian perlu melakukan harmonisasi regulasi dan penyempurnaan struktur organisasi guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi KPK sesuai UU tersebut," katanya.

Rapat tersebut digelar selama 3 hari sejak hari ini. Pada rapat ini juga akan dilakukan finalisasi perumusan struktur organisasi KPK yang baru.

"Untuk itu, sejak hari ini hingga 2 hari ke depan, KPK mengadakan rapat intensif yang melibatkan pimpinan dan jajaran pejabat struktural guna finalisasi rumusan penyesuaian aturan dan struktur organisasi KPK sesuai kedudukan barunya," ujarnya.

Lebih lanjut, Cahya mengatakan penyempurnaan organisasi ini akan menghasilkan kinerja tugas KPK yang baik. Dia juga berharap rapat ini akan berjalan dengan efektif sesuai dengan regulasi yang berlaku.

"Melalui penyesuaian dan penyempurnaan tersebut, maka tugas-tugas pemberantasan korupsi, baik yang dijalankan melalui upaya pencegahan, penindakan, maupun pendidikan, diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan efisien dengan landasan regulasi yang kuat dan dukungan struktur organisasi yang tepat," katanya.

Baca kritik Novel Baswedan di halaman berikutnya.

Tonton juga tayangan e-Life yang mengupas kenapa pria tega memaksa pasangannya aborsi di bawah ini:

[Gambas:Video 20detik]