Penggagas Kampus Inklusi Apresiasi Program Literasi Digital Madrasah

Mega Putra Ratya - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 19:45 WIB
Penggagas Kampus Inklusi, Slamet Thohari,
Foto: Kemenag-Penggagas Kampus Inklusi Slamet Thohari
Jakarta -

Penggagas Kampus Inklusi, Slamet Thohari, mengapresiasi kegiatan Training of Trainer (TOT) Pengembangan Literasi Digital bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Dalam sesi materi literasi digital inklusif, Slamet mengatakan platform digital madrasah seperti website perlu menampilkan fitur accessibility statement. Dia menilai, fitur tambahan tersebut dapat dimanfaatkan oleh penyandang tunanetra.

"Setiap konten diharapkan dapat dinikmati oleh semua kalangan termasuk penyandang disabilitas. Konten bisa dilengkapi dengan teks dan gambar, sementara video pembelajaran bisa dilengkapi dengan subtitle agar tidak menyulitkan penyandang tunarungu," terang Slamet dalam keterangannya, Rabu (27/10/2021).

Slamet melanjutkan, desain madrasah juga semestinya ramah terhadap penyandang disabilitas, hal ini bisa dimulai dari pemberdayaan dan penguatan guru agar menaruh perhatian khusus terhadap siswa difabel. Pembelajaran di madrasah juga harus menerapkan universal design learning; pendidikan berdasarkan kepentingan dan kebutuhan siswa.

"Para guru hendaknya akomodatif dalam pembelajaran terhadap peserta didik dengan memperhatikan hak penyandang disabilitas," tambahnya.

Dosen yang juga aktif di Pusat Studi dan Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya ini juga menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan TOT ini karena menaruh perhatian dan keberpihakan yang sama terhadap penyandang disabilitas.

"Alhamdulillah ini program yang luar biasa. Semoga Kemenag tetap memberikan akses seluas-luasnya kepada penyandang disabilitas melalui workshop atau aktifitas pemberdayaan lainnya," tutup Slamet.

(mpr/ega)