Konsepsi Fikih Islam Dinilai Mampu Jawab Tantangan Perubahan Pandemi

Erika Dyah - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 18:49 WIB
Wapres Maruf Amin
Foto: Kemenag
Jakarta -

Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin mengatakan pandemi COVID-19 yang panjang telah mendorong perubahan dalam banyak hal, termasuk dalam hal fikih Islam. Menurutnya, di zaman yang berubah cepat, diperlukan kajian keislaman khususnya fikih yang dapat memberi solusi kepada kehidupan keberagamaan.

Dalam pembukaan Annual International Conference of Islamic Studies (AICIS) ke-20 tahun 2021 yang berlangsung secara virtual pada Senin (25/10), Ma'ruf Amin mengatakan bahwa fikih telah menyediakan konsepsi dasar yang dapat menjawab tantangan perubahan karena pandemi dan berbagai hal.

"Bila dikaji lebih dalam, ia akan memberikan kemaslahatan bagi semua orang," tuturnya dikutip dari laman resmi Kementerian Agama (Kemenag), Rabu (27/10/2021).

Dalam kesempatan ini, ia pun mengapresiasi tema yang diangkat AICIS ke-20, yakni 'Islam in a Changing Global Context: Rethinking Fiqh Reactualization and Public Policy'. Menurutnya, Hukum syariat itu bersumber dari Al-Qur'an dan Hadits serta ijtihadiyah.

"Dalil Al-Qur'an dan Hadis itu jumlahnya terbatas sedangkan zaman terus berkembang dan dinamika terus terjadi dalam hal politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Maka dari itu terdapat urgensi temuan fikih baru yang merespons berbagai perubahan," ujarnya.

Forum yang digelar bagi para pemikir studi Islam, katanya, dapat menggali temuan-temuan baru dalam studi Islam. Ia menambahkan, temuan ini nantinya dapat menjadi fatwa baru yang dapat dijadikan panduan umat Islam dalam menyikapi dinamika zaman yang bergerak cepat.

"Pendekatan fikih sangat membantu karena ia memiliki karakter solutif dan meringankan," tambahnya.

Ma'ruf menambahkan, pemerintah akan memberikan ruang dukungan yang besar untuk kajian Islam karena menurutnya hal tersebut harus dijamin semaksimal mungkin. Sebagaimana sebuah kaidah usul fiqh, lanjutnya, pemerintah harus memprioritaskan kemaslahatan rakyat (tasarruf al-imam ala ra'iyyah manutun bi al-maslahah).

Sebagai informasi, Pembukaan AICIS ke 20 tahun 2021 ini dihadiri oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Sekjen Kemenag M Nizar Ali, dan Dirjen Pendidikan Islam M. Ali Ramdhani. Acara ini juga dihadiri beberapa tokoh secara daring, seperti Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dalam sidang AICIS ke-20 kali ini, rencananya akan dibahas 5.000 paper oleh ratusan panelis. 72 di antaranya merupakan panelis internasional yang berasal dari Saudi Arabia, Iran, Amerika Serikat, Inggris, Turki, Korea Selatan, dan Malaysia.

(ega/ega)