Cerita Harta Karun Sriwijaya di Hutan Tersingkap Usai Karhutla

Jabbar Ramdhani - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 18:40 WIB
Warga saat berburu harta karun sisa Kerajaan Sriwijaya
Warga menemukan harta karun diduga peninggalan Kerajaan Sriwijaya di OKI, Sumsel. (Dok. Istimewa)
Jakarta -

Benda cagar budaya hasil peninggalan Kerajaan Sriwijaya tak hanya ditemukan di dasar Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Harta karun ini juga ada di hutan.

Benda-benda bersejarah itu diketahui warga setelah terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peristiwa ini terjadi pada 2015.

Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi mendatangi Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel, pada 17-20 Desember 2015. Pelaksana survei ialah Novie Hari Putranto dan Henderi Kus.

Cerita soal penemuan harta karun Sriwijaya setelah karhutla ini termuat dalam laporan 13 halaman yang dibuat setelah pihak BPCB Jambi melakukan survei. Penemuan terjadi sekitar minggu kedua Desember 2015.

"Penemuan terjadi saat masyarakat sedang menebar benih padi pada lahan yang telah terbakar pada beberapa bulan lalu. Kebakaran hutan hebat membuat benda-benda yang diduga cagar budaya yang tadinya tertutup oleh hutan menjadi terbuka dan mudah ditemukan," demikian bunyi laporan tersebut seperti dilihat detikcom, Rabu (27/9/2021).

Harta karun itu tersebar di beberapa desa yang jaraknya cukup jauh. Desa-desa itu ialah Desa Sungai Jeruju, Desa Sungai Pasir, Desa Sungai Lumpur, Desa Pelimbangan, dan Desa Sungai Ketupak.

"Hal ini menunjukkan adanya kemungkinan persebaran permukiman kuna/lama yang luas," tulisnya.

Benda cagar budaya yang ditemukan di antaranya tembikar/keramik berupa kendi, tempayan, dan mangkuk; logam perhiasan, seperti cincin, liontin, dan anting; serta fragmen lain yang terbuat dari emas, gantungan lampu, dan fragmen berbahan timah serta diduga berbahan perak; manik-manik dalam jumlah ratusan buah juga ditemukan warga dan perahu serta dayung.

Setelah itu, BPCP mendata temuan benda cagar budaya yang dimiliki masyarakat di Desa Balam dan Desa Olak Kedondong. Ada sebanyak 19 warga yang tercatat memiliki benda cagar budaya diduga peninggalan Sriwijaya.

Sedikitnya ada 63 item benda yang tercatat dimiliki warga. Benda-benda tersebut ditemukan di 10 lokasi yakni Sungai Serdang, Dusun Pasir, Bukit Tengkorak, Pisangan, Kanal 12 PT Bumi Mekar Hijau, Desa Sungai Jeruju, Desa Sungai Pasir, Desa Sungai Lumpur, Desa Pelimbangan, dan Desa Sungai Ketupak.

Warga saat berburu harta karun sisa Kerajaan SriwijayaWarga saat berburu harta karun sisa Kerajaan Sriwijaya (Dok. Istimewa)

Selain mendata, BPCB Jambi melakukan kompensasi atas barang cagar budaya yang dimiliki masyarakat.

"Dari hasil penelusuran ke rumah Bapak Lesmi (36), diyakini benda tersebut memang sebuah prasasti bertuliskan huruf Jawa Kuno selain itu ada batu bergambar binatang rusa," katanya.

Pengakuan Peneliti

Anggota BPCB Jambi, Novie Hari, mengatakan pihaknya masih terus merespons laporan masyarakat terkait temuan benda cagar budaya. Mereka juga terus mengedukasi masyarakat.

"Jika ingin ada yang menjual ke luar negeri, saya bilang tidak boleh. Karena bisa hilang jejak dan kebanggaan Sriwijayanya. Akhirnya setiap mau menjual, mereka jadi ragu karena fakta Sriwijaya di Palembang bisa hilang," ujar Novie saat dihubungi detikcom.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Lihat juga Video: Astana Gede Kawali Ciamis, Jejak Akhir Peradaban Kerajaan Sunda Galuh

[Gambas:Video 20detik]