PKB: Minimal Harus 3 Paslon demi Cegah Politik Identitas di Pilpres 2024

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 17:35 WIB
Jazilul Fawaid
Jazilul Fawaid (MPR)
Jakarta -

Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid menyebut salah satu upaya mencegah adanya politik identitas adalah harus ada setidaknya 3 pasangan calon (paslon) di Pilpres 2024. Sebab, menurutnya, jika hanya dua paslon, ada potensi pembelahan antarcapres karena saling menjatuhkan.

"Minimal ada 3 pasangan calon kalau dilihat dari posisi jumlah presidential threshold 20 persen minimal atau 3 pasangan calon, kalau besok terjadi dua pasangan calon saya yakin politik identitas akan terjadi, karena nanti akan ada pembelahan antara calon presiden yang menggunakan isu agama, isu etnis maupun isu menjatuhkan salah satu karena terjadinya dua kubu," kata Jazilul, dalam diskusi 'Merawat Persatuan dan Menolak Politik Identitas Menjelang Pilpres 2024' di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/10/2021).

Meski begitu, dia menilai ada juga potensi hanya ada satu paslon di Pilpres 2024 nanti. Hal itu, menurutnya, terjadi karena dampak dari pandemi yang memaksa semua partai politik bersatu menemukan tokoh untuk melanjutkan proses pemulihan pandemi.

"Namun ini juga tak menutup kemungkinan bahwa Pilpres 2024, itu juga hanya akan diikuti satu pasangan calon, tidak menutup kemungkinan, karena dampak dari pandemi ini dan memaksa partai-partai dapat bersatu menemukan calon siapa yang paling baik untuk mengatasi keadaan, tetapi meskipun ini mungkin terjadi jauh dari kemungkinan yang ada," ujarnya.

Di sisi lain, Jazilul mengatakan partai tetap akan berupaya mewujudkan setidaknya 3 poros dalam Pilpres 2024 nanti. PKB, menurutnya, akan memimpin salah satu poros.

"Oleh karena itu, posisi kami atau saya selaku pengurus PKB kami akan menyiapkan pilpres ini supaya tidak terjadi politik identitas dengan melakukan upaya-upaya dengan terbentuknya poros lebih banyak minimal 3 poros dan PKB berupaya untuk memimpin satu poros," tuturnya.

Simak juga 'Ganjar Pranowo Jadi Capres Unggulan Versi Survei Poltracking':

[Gambas:Video 20detik]

(eva/maa)