Brigadir SL Jalani Visum Usai Dibogem Kapolres Nunukan

Rakha Arlyanto Darmawan - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 17:14 WIB
Video pendek polisi diduga pukul anak buah beredar di medsos. Diduga peristiwa tersebut terjadi di Nunukan, Kaltara. (Screenshot video viral)
Video pendek polisi diduga pukul anak buah beredar di medsos. Diduga peristiwa tersebut terjadi di Nunukan, Kaltara. (Screenshot video viral)
Nunukan -

Brigadir SL menjadi korban pemukulan oleh Kapolres Nunukan AKBP SA. Polda Kalimantan Utara (Kaltara) mengatakan Brigadir SL melakukan visum seusai pemukulan itu.

"Pasti, otomatis, sekaligus orang yang diperiksa langsung diarahkan ke rumah sakit terdekat untuk visum luar," ucap Kabid Humas Polda Kaltara Kombes Budi Rachmad kepada wartawan, Selasa (27/10/2021).

Budi menjelaskan visum tersebut bertujuan untuk mengetahui kondisi Brigadir SL pascakejadian itu. Dirinya menyebut Brigadir SL hanya mengalami luka ringan.

"(Visum) untuk menyatakan apakah ini ada lebam atau segala macam. Kalau ini kan ringan," papar Budi.

Namun Budi belum mengetahui secara detail hasil visum dari Brigadir SL. Budi berharap hasil visum Brigadir SL tidak mengalami luka yang parah.

"Nah, ini kan saya nggak tahu hasil visumnya. Mudah-mudahan jangan sampai terlalu jauhlah," pungkasnya.

Penyebab Brigadir SL Dipukul

Sebelumnya, Kapolres Nunukan AKBP SA diperiksa Propam Polda Kaltara gara-gara diduga memukul anak buahnya. AKBP SA diduga memukul anggota karena Zoom bermasalah alias eror.

Hal tersebut disampaikan Kabid Propam Polda Kaltara Kombes Dearystone Supit. Dia menyebut AKBP SA saat itu sedang mengikuti kegiatan via Zoom bersama Mabes Polri.

"Ada giat Zoom dengan Mabes, anggota yang bertugas di TI diperintahkan standby," kata Dearystone saat dihubungi, Selasa (26/10).

Dearystone mengatakan AKBP SA mencoba menghubungi anggotanya tersebut karena Zoom yang digunakan AKBP SA bermasalah. Namun anggotanya diduga tidak merespons ketika dihubungi AKBP SA.

"Saat ada masalah (jaringan terputus) anggota tersebut dicari tidak ada, ditelepon tidak diangkat," ucapnya.