Pemkab Inhil Minta Bantu Perbaikan Jembatan, Pemprov Riau Pelajari

Raja Adil Siregar - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 16:45 WIB
Jembatan di Riau rusak terendam air
Jembatan rusak di Riau (Foto: dok. Istimewa)
Pekanbaru -

Pemkab Indragiri Hilir (Inhil), Riau, mengaku tidak punya dana untuk memperbaiki jembatan rusak di daerahnya. Pemprov Riau mengaku siap memberi bantuan.

"Kami masih tunggu usulan untuk dipelajari. Saya dapat informasinya sudah ajukan surat ke Pak Gubernur, ya nanti kita pelajari," kata Sekda Riau SF Haryanto Rabu (27/10/2021).

Dia mengaku akan melihat anggaran yang tersedia. Menurutnya, Pemprov akan memberi bantuan jika Pemkab Inhil mengalami kesulitan.

"Kami lihat nanti anggarannya dari mana diambil. Pada prinsipnya, kalau kabupaten/kota tidak bisa kerjakan, ya kita harus mendukung total," katanya.

Haryanto mengaku masih menunggu surat dari Bupati Inhil Wardan. Dia juga menunggu arahan Gubernur Riau terkait bantuan.

"Kita tunggu suratnya masuk. Tapi kalau ada anggaran sesuai arahan Pak Gubernur, kita jalankan, bantu," katanya.

Kepala Dinas PUPR Riau Taufik mengaku akan memberi bantuan material untuk jembatan. Bantuan diberikan meski pembangunan itu merupakan kewenangan Pemkab Inhil.

"Itu kewenangan kabupaten, tapi Pemprov akan membantu material untuk perbaikan jembatan," katanya.

Pemkab Inhil Tak Punya Anggaran

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Inhil Endang Syaihu mengatakan jembatan Parit 16 Pulau Kecil memiliki bentangan lebih-kurang 40,7 meter. Jembatan itu ambruk pada Maret 2021.

"Konstruksi bangunan bawah jembatan tiang kolom mengalami patah, sehingga konstruksi bangunan atas atau lantai jembatan mengalami penurunan," kata Syaihu kemarin.

Syaihu mengaku hari ini pihaknya sudah menyurati Gubernur Riau Syamsuar. Dia berharap mendapat jawaban untuk memberikan bantuan perbaikan jembatan sementara.

"Yang jelas di ruas itu ada 54 jembatan. Jalan juga parah, kita tahun ini sekitar 2 km itu diperbaiki dari Pulau Kijang ke Sanglar. Sekarang kita masih berupaya minta bantuan. Kalau tidak ada, ya kami tindak lanjuti sebisa mungkin dulu," kata Syaihu.

(ras/haf)