Gubernur Bengkulu Surati Bupati-Walkot Minta Warga Tolak Divaksin Dihukum

Hery Supandi - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 15:45 WIB
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah
Gubernur Bengkulu (Hery/detikcom)
Bengkulu -

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah menyurati Wali Kota dan Bupati se-Bengkulu terkait pelaksanaan vaksinasi Corona atau COVID-19. Dia mengingatkan para kepala daerah untuk memberikan sanksi administrasi bagi warga yang menolak disuntik vaksin COVID-19.

Dalam suratnya, Rohidin mengatakan pemberian sanksi kepada warga yang menolak divaksinasi itu merupakan tindak lanjut dari Perpres Nomor 14 Tahun 2021. Dia mengatakan ada tiga jenis sanksi bagi warga yang menolak vaksin Corona.

Sanksi tersebut ialah penundaan atau penghentian pemberian jaminan sosial atau bantuan sosial, penundaan, atau penghentian layanan administrasi pemerintahan dan/atau denda.

"Langkah ini diambil berdasarkan hasil evaluasi tim satuan tugas COVID-19 dan Forkopimda Provinsi Bengkulu yang merujuk pada Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2021 tentang pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksinasi di Indonesia," kata Rohidin kepada wartawan, Rabu (27/10/2021).

Rohidin meminta para kepala daerah menyosialisasikan aturan itu lebih dulu. Dia mengatakan pemberian sanksi kepada warga diharapkan bisa memicu warga mengikuti vaksinasi Corona di Bengkulu.

"Penerapan sanksi itu merupakan langkah pemerintah dalam percepatan vaksinasi di Bengkulu yang tergolong rendah," jelas Rohidin.

Hingga saat ini, cakupan vaksinasi Corona dosis pertama di Bengkulu baru mencapai angka 33 persen. Sementara vaksinasi dosis kedua baru 19 persen dari total 1,5 juta penduduk Bengkulu yang jadi sasaran vaksinasi.

(haf/haf)