1.057 Peserta Ikuti Kontes Ikan Cupang Golkar Jatim, Ada dari Brunei

Angga Laraspati - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 15:08 WIB
Golkar Jatim
Foto: Dok. Golkar Jatim
Jakarta -

Golkar Jawa Timur mengadakan kontes ikan hias cupang dengan tema Betta Fish Show & Contest Piala Airlangga Hartarto. Kompetisi ini diikuti 1.057 peserta dari berbagai komunitas di seluruh Indonesia bahkan ada yang dari Brunei, Singapura dan Malaysia.

Kompetisi yang dilaksanakan sejak 26 Oktober hingga 28 Oktober tersebut berhadiah puluhan juta rupiah dan doorprize satu unit motor. Salah satu pemegang sertifikat IBC (International Betta Congress) Indonesia dari Padang, Sumatera Barat, Mulyadi diprecaya menjadi kepala dewan juri panitia.

Ketua Golkar Jawa Timur M. Sarmuji mengatakan kontes ikan cupang ini sesuai arahan ketua Umum Airlangga Hartarto supaya Pengurus Golkar bisa lebih dekat lagi dengan masyarakat sehingga lebih tahu kebutuhan dan keinginan dari masyarakat.

"Kontes Ikan Cupang ini merupakan tindak lanjut dari arahan Ketua Umum Airlangga Hartarto agar para pengurus bisa lebih dekat lagi dengan masyarakat. Dengan dekat dengan rakyat maka kita bisa lebih mudah menyerap aspirasi masyarakat," ungkap Sarmuji dalam keterangan tertulis, Rabu (27/10/2021).

Menurut Sarmuji masyarakat harus bisa dijangkau dan dilayani oleh partai politik. Tidak dipungkiri juga banyak kegiatan usaha dari komunitas tersebut yang terus eksis hingga sekarang. Selain ikan cupang masih banyak lagi komunitas yang perlu dijangkau.

"Dunia begitu berwarna seperti warna-warni ikan cupang. Sebagai partai yang dikenal sebagai catch all party, Golkar harus terhubung dengan keanekaragaman masyarakat. Apalagi komunitas penggemar ikan cupang cukup banyak dari peternak, penjual, maupun penghobi. Tentu komunitas yang lain juga harus kita perhatikan," ujar Sarmuji.

Menurut Sarmuji, untuk bisa menjalankan fungsi partai politik, Golkar harus terus-menerus terhubung dengan konstituennya agar partai bisa selaras dengan kepentingan rakyat bukan malah bertentangan dengan kehendak rakyat.

"Salah satu tugas partai adalah agregasi kepentingan. Kepentingan yang harus diagregasi adalah kepentingan rakyat. Kalau tidak dekat dengan rakyat, maka yang disuarakan oleh partai akan berbeda dan bahkan bisa bertentangan dengan kehendak rakyat. Karena itu kita berusaha dekat dengan seluruh kelompok sosial yang ada di masyarakat. Jangan sampai partai Golkar jadi partai yang tahunya cari suara, datang saat punya kepentingan, lalu pergi begitu kepentingannya selesai," imbuhnya.

(akn/ega)