7 Tahun Jadi Peserta, Paula Andalkan JKN-KIS buat Biaya Berobat Keluarga

Erika Dyah - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 14:53 WIB
BPJS Kesehatan
Foto: Dok. BPJS Kesehatan
Jakarta -

Perempuan asal Minahasa Utara, Paula Dien telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) selama tujuh tahun terakhir. Ia mengaku menyadari pentingnya memiliki jaminan kesehatan bagi diri dan keluarga dan mempercayakan jaminan tersebut pada Program JKN-KIS.

"Tidak ada yang tahu sakit itu kapan datangnya, sementara untuk berobat ke fasilitas kesehatan tentu membutuhkan biaya. Jika tidak dipersiapkan sejak dini, pasti akan mempengaruhi perekonomian keluarga," ujar Paula dalam keterangan tertulis, Rabu (27/10/2021).

Paula mengatakan dulu dirinya sangat menantikan adanya asuransi kesehatan dari pemerintah yang bisa membantu ketika harus melakukan pengobatan di rumah sakit. Menurutnya, keinginan tersebut terwujud dengan adanya Program JKN-KIS sejak tahun 2014 sampai sekarang ini.

"Saya tahu program ini sangat penting bagi saya dan keluarga. Ini akan mengurangi risiko akan keterpurukan ekonomi akibat biaya pelayanan kesehatan yang semakin hari semakin mahal. Walaupun harus membayar iuran setiap bulannya, namun saya tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut," ungkap Paula.

Paula menambahkan, ia dan keluarganya sangat jarang memanfaatkan kartu JKN-KIS. Kendati demikian, hal ini membuatnya sangat bersyukur karena selalu diberikan kesehatan oleh Tuhan.

Ia mengungkap kartu JKN digunakannya terakhir kali saat mengalami sakit maag di Rumah Sakit Advent Manado pada bulan Mei 2021 lalu. Ia bercerita, pada Mei 2021 lalu sempat merasa drop hingga dibawa ke UGD oleh keluarganya.

"Di sana saya dirawat menggunakan kartu JKN kelas satu dan saya sempat melakukan rawat inap selama satu hari. Saya merasa pelayanan dokter dan medis di sana sangatlah profesional dan bagus. Tidak ada biaya karena semua telah ditanggung oleh JKN-KIS," sambungnya.

Menurutnya, Program JKN-KIS telah menjadi kebutuhan utama bagi diri sendiri maupun keluarga. Oleh karena itu, Paula memastikan status kepesertaannya agar selalu aktif.

"Saya sangat menyayangkan bila masih ada masyarakat yang belum menyadari pentingnya menjadi peserta Program JKN-KIS. Dulu masyarakat yang tidak berkecukupan akan berpikir berkali-kali sebelum masuk ke rumah sakit, namun kini dengan adanya JKN-KIS masyarakat yang telah terdaftar aktif dapat mengakses pelayanan kesehatan di mana saja dan kapan saja dengan faskes yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan," jelasnya.

Paula pun berharap agar semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya program. Sehingga semakin banyak pula yang merasakan dampak positif dari Program JKN-KIS ini seperti dirinya.

(akn/ega)