Profesor Singapura Juga Puji-puji Kepemimpinan SBY

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 14:02 WIB
Jakarta -

Profesor Singapura Kishore Mahbubani memuji kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain itu, Profesor Mahbubani memuji Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Anda mendapatkan keuntungan itu dari pemimpin yang hanya fokus untuk meningkatkan kondisi rakyatnya. Dan saya melihat ini secara langsung saat saya menghabiskan waktu bersamanya (Presiden Jokowi), melakukan perjalanan dengannya. Itu adalah aset yang Anda miliki dalam presiden Anda saat ini," kata peneliti di Asia Research Institute, National University of Singapore, itu dalam kuliah umum Golkar Institute yang disiarkan melalui YouTube, Rabu (27/10/2021).

Kishore Mahbubani mengatakan Jokowi merupakan pemimpin yang paling efektif yang dipilih secara demokratis. Menurutnya, di bawah kepemimpinan Jokowi, Indonesia berhasil menjadi negara yang memiliki kredibilitas baik dan demokrasi yang hidup.

"Presiden Jokowi adalah pemimpin yang paling efektif yang dipilih secara demokratis di dunia sekarang. Saya tahu itu klaim yang sangat kuat, tapi belum ada yang menentangnya. Dan itu menunjukkan bahwa Indonesia saat ini terberkati dengan kepemimpinan yang luar biasa, di mana kalian seharusnya bangga. Dan di saat yang bersamaan kalian harus menyadari itu dan tidak menyepelekannya," tutur dia.

Kendati demikian, lanjut dia, suksesnya demokrasi di Indonesia juga tak terlepas dari kepemimpinan SBY. Kishore Mahbubani menilai SBY juga berhasil memimpin fondasi demokrasi Indonesia dalam banyak hal.

"Salah satu alasan kenapa demokrasi Indonesia sukses adalah karena itu didahului oleh Presiden SBY yang memimpin fondasi demokrasi Indonesia dalam banyak hal, dengan berpikiran terbuka pada beragam pandangan, dan terbuka serta mau terlibat dalam dunia. Jadi itu merupakan akumulasi proses hingga anda bisa mencapai tempat yang bahagia," papar Dewan Penasihat Golkar Institute itu.

Puji Bhinneka Tunggal Ika dan Musyawarah Mufakat

Kishore Mahbubani juga memuji budaya musyawarah dan mufakat serta Bhinneka Tunggal Ika Indonesia. Menurutnya, budaya itulah yang membuat Indonesia tetap bersatu.

"Alasan Indonesia berhasil menjaga kesatuan sebagai negara adalah karena Indonesia memiliki slogan Bhinneka Tunggal Ika, persatuan dalam keberagaman. Kemampuan Indonesia untuk meng-handle keberagaman adalah kekuatan yang besar. Selain itu juga musyawarah dan mufakat," kata dia.

Dia pun berharap Indonesia dapat membawa budaya ini ke KTT G20. "Apa yang Indonesia perlu lakukan adalah menyuntikkan gen dari musyawarah dan mufakat dalam proses G20. Dan meyakinkan negara-negara G20 bahwa daripada datang ke konferensi ini dan memberikan pidato yang hebat dengan mengatakan 'negara saya adalah yang terhebat'. Tidak. 'Kenapa anda tidak duduk dan dengarkan'. Dengarkan apa yang negara lain katakan dan coba untuk melihat apakah anda bisa mencapai kesadaran. Negara tidak mendengarkan negara lain," ucap Kishore Mahbubani.

Kishore Mahbubani mencontohkan suksesnya budaya musyawarah dan mufakat mengubah ASEAN. Dia mengungkapkan chemistry di antara negara-negara ASEAN semakin membaik berkat budaya Indonesia itu.

"1971, banyak kecurigaan permusuhan antara Indonesia, Malaysia. Antara Malaysia dan Singapura karena Malaysia dan Singapura berpisah. Antara Filipina dan Malaysia. Tapi ketika saya datang ke KTT ASEAN 20 tahun kemudian, kecurigaan itu hilang. Kenapa? Itu karena Indonesia menyuntikkan musyawarah dan mufakat ke budaya ASEAN," ungkap dia.

"Jika Indonesia menyuntikkan musyawarah dan mufakat ke G20, itu akan mengubah dengan drastis chemistry G20," imbuhnya.

(mae/tor)