KM Liberty 1 Tenggelam di Laut Bali Usai Diterjang Gelombang Saat Badai

Sui Suadnyana - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 13:58 WIB
Jakarta -

Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Denpasar Bali mengungkap penyebab Kapal Motor (KM) Liberty 1 tenggelam di perairan utara Bali. Basarnas mengungkap kejadian itu berlangsung cepat.

"Setelah kami tanya kepada kapten yang kebetulan selamat memang kejadiannya begitu cepat, informasi malam sekitar pukul 23.00 Wita, otomatis visibility terbatas paling jarak pandang hanya sampai 2 dan 3 meter," kata Kepala Basarnas Bali Gede Darmada di kantornya, Rabu (23/10/2021).

Menurut Darmada, ada gelombang besar dan badai saat malam sebelum KM Liberty 1 tenggelam, sehingga kapal sedikit terdorong. Kapal sebenarnya sempat mencoba menghindari gelombang dengan melakukan manuver.

"Jadi keputusan sebetulnya sudah bagus diambil coba manuver, hanya saja saat manuver itu mungkin ada gelombang samping sehingga kapal itu dihantam badai gelombang, sehingga semuanya berusaha menyelamatkan diri tanpa lagi memperhatikan pengantar sinyal bahayanya. Artinya ada kepanikan," jelas Darmada.

Sebetulnya, menurut Darmada, KM Liberty 1 dilengkapi Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB). Hanya, sinyal radio itu tidak terpancar.

Menurut Darmada, kapten kapal menceritakan bahwa saat kejadian sebagian anggota lari mendekati liferaft dan sebagian lagi lari mengambil life jacket dan pelampung. Saat kejadian, para ABK juga terlambat mengoptimalkan benda-benda yang mengapung dari kapal.

9 ABK Hilang

Sebelumnya, KM Liberty 1 tenggelam di perairan utara Pulau Bali. Basarnas Bali mencari 9 orang anak buah kapal (ABK) KM Liberty 1 yang masih hilang.

"Pencarian dilakukan dengan mengerahkan Kapal Negara SAR Arjuna 229 dengan 17 orang ABK dan 5 orang tim rescue," kata Kepala Kansar Kelas A Denpasar, Gede Darmada, dalam keterangan tertulis, Selasa (26/10/2021).

Darmada menerangkan KM Liberty 1 lepas sandar dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Jumat (22/10) pukul 00.07 WIB menuju Kecamatan Reo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun pada Sabtu (23/10) pukul 22.07 Wita, kapal berjenis kargo ini tenggelam karena dihantam badai di perairan utara Bali.

(jbr/jbr)