Zulhas Ungkap PAN Pilih Politik Garam, Contohkan Cara Erdogan Pimpin Turki

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 23:58 WIB
Jakarta -

Ketua Umum (Ketum) Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan partainya memilih politik garam. Pasalnya, politik garam dinilai lebih memperjuangkan nilai-nilai ketimbang sekadar 'logo'.

"Memang kami PAN ini, memilih jalan berjuang, politik garam. Isinya penting, bukan judul. Sebagaimana dikemukakan, Bung Hatta dan Buya Hamka, kita bukan politik gincu. Politik garam. Isi, rasa. Nilai-nilai Islam itu yang kita perjuangkan. Bukan logonya, bukan. Tetapi, nilai-nilainya," ujar Zulhas dalam sambutannya di peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Selasa (26/10/2021).

Zulhas pun menyinggung Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang memilih melakukan pendekatan nilai-nilai. Alhasil, Erdogan bisa lama menjadi Presiden Turki dengan membela rakyatnya.

"Contoh ya, Erdogan itu membela untuk memakai jilbab, tapi dia membela rakyatnya yang pakai jilbab itu nggak pake Qur'an dan hadis. Tapi dia pakai hak-hak asasi manusia. Kira-kira itu cara berjuangnya. Tapi dia jadi Presiden lama kan? Dan dipilih banyak orang," tuturnya.

"Nah begitu juga hal-hal yang lain. Hak apa namanya, beribadah. Yang dulu nggak boleh dan sebagainya, dia membela pakai HAM. Nggak bisa ditolak. Dia tidak mengeluarkan ayat dan hadisnya. Tapi dia bela pakai nilai-nilai universal. Yang nilai-nilai itu pastilah yang dasarnya Qur'an dan hadis," sambung Zulhas.

Untuk itu, Zulhas menegaskan PAN akan berjuang melalui nilai-nilai islami.

"Nah itulah PAN, kita berjuang melalui value, nilai-nilai yang Islami itu, yang rahmatan lil alamin," imbuhnya.