Tabrakan Maut TransJ, Wagub DKI Minta Evaluasi Menyeluruh

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 23:45 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (20/9/2021).
Foto: Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (Karin/detikcom)
Jakarta -

Kasus kecelakaan maut bus TransJakarta (TransJ) di Jl MT Haryono, Cawang tengah diusut. Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza meminta PT TransJakarta melakukan evaluasi secara menyeluruh.

"(Tekait) TransJakarta cukup prihatin, sama yang meninggal 2 orang, yang luka-luka sudah ditangani dan kebetulan pengendaranya jadi tersangka ya. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran yang baik bagi kita semua untuk berhati-hati," kata Riza di Jl Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (26/10/2021).

Sebagai informasi, sopir yang menabrak menjadi salah satu dari dua korban yang meninggal dunia. Sehingga status tersangka-nya akan digugurkan.

Politikus Gerindra itu meminta agar insiden ini dijadikan sebagai pembelajaran bagi seluruh pihak. Terutama, dia mewanti-wanti agar sopir bus TransJakarta dapat berhati-hati ketika berkendara

"Memang dipahami jadi supir bus TransJ itu berat. Kenapa? Karena dalam koridor yang sama, lurus, jadi kalau jadi sopir, lurus kiri-kanan ada pembatas itu sangat membosankan, sangat menjenuhkan, dan itu wajar lebih cepat ngantuk daripada di jalan-jalan biasa," terangnya.

Dia pun menyadari sopir pasti menemukan sejumlah permasalahan ketika mengendarai TransJ. Ke depannya, dia pun meminta agar PT TransJakarta dapat melakukan evaluasi secara menyeluruh serta mengakomodir kebutuhan para pekerja.

"Jadi memang ini akan di-evaluasi. Saya sudah minta TransJ supaya dievaluasi terkait jam operasional, memastikan vitamin, takut nya nanti ngantuk apalagi yang tugasnya pagi jam 3 sudah keluar. Itu harus diperhatikan nanti kita akan cari solusi terbaik," ujarnya.

Riza juga memastikan armada bus yang di bawa sopir layak untuk beroperasi. Sebab, pihak Trans Jakarta rutin melakukan pengecekan secara berkala.

"Sejauh ini tidak ada masalah kendaraan. Iya (layak beroperasi), kendaraan kan dievaluasi rutin diperbaiki," jelasnya.