Rumah Ibadah di Minsel Dirusak Oknum Pemdes, Polisi: Jangan Terprovokasi!

Trisno Mais - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 23:27 WIB
Viral oknum Pemdes rusak rumah ibadah di Minsel Sulut
Viral oknum Pemdes rusak rumah ibadah di Minsel, Sulut (Dok. Istimewa)
Minahasa Selatan -

Tempat ibadah umat Kristen di Desa Tumaluntung, Tareran, Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara (Sulut), dirusak oleh oknum pemerintah desa (pemdes). Polisi mengimbau masyarakat agar tak terprovokasi kejadian tersebut.

Bangunan rumah tersebut dijadikan sebagai tempat ibadah Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK), Jemaat Tumaluntung. Peristiwa perusakan pun viral di media sosial (medsos).

"Proses mediasi kemarin itu sebagai upaya tindakan rekonsiliasi. Juga pencegahan supaya masyarakat dan jemaat Advent itu ada bentuk perhatian pemerintah," kata Kapolres Minsel AKBP S Norman Sitindaon kepada wartawan, Selasa, (21/10/2021).

"Serta kepolisian bahwa masalah ini tidak perlu ditambah lagi, serta dicampur oleh pihak ketiga," sambung dia.

Menurut Norman, semua tindakan kekerasan yang melanggar hukum akan diproses dengan tegas. Begitu juga kerukunan antarumat beragama wajib dijaga.

"Masyarakat wajib menjaga kerukunan antarumat beragama, toleransi saling menghargai. Karena kebebasan beragama dijamin undang-undang. Masyarakat jangan terprovokasi," imbau Norman.

Norman mengatakan setelah peristiwa tersebut pihaknya dan pemerintah daerah (Minsel) melakukan upaya mediasi. Jika ada pihak yang merasa keberatan terkait proses mediasi tersebut, lanjut Norman, silakan melapor ke polisi.

"Jadi upaya mediasi sudah dilakukan. Hadir waktu itu Polsek, hukum tua (kepala desa) serta Bupati. Sudah dimediasi. Kalau misalnya masih keberatan itu kan hak sebagai korban mungkin," cetusnya.

Norman mengungkapkan polisi baru akan menindaklanjuti masalah tersebut jika pihak korban telah melapor secara resmi ke polisi. "Untuk proses hukum kalau ada laporan. Dari Polres akan tindak lanjut, harus ada laporan, kalau tidak ada laporan bagaimana polisi mau tindak lanjut," sebut dia.

Sebelumnya, Kepala Desa Tumaluntung, Jener Mandey, merespons dan memberikan penjelasan terkait duduk perkara peristiwa yang viral di media sosial. Menurutnya, narasi yang menyebut bahwa yang dirusak adalah gereja ternyata tidak benar.

"Mengklarifikasi isu yang beredar, saya sebagai hukum tua (kepala desa) sesuai informasi dari keluarga, itu adalah bangunan rumah tempat tinggal. Jadi kalau ada yang di media yang memuat itu adalah gereja saya mau luruskan. Agar supaya di antara kita tidak terjadi pemahaman pemikiran," kata Mandey saat dimintai konfirmasi wartawan, Senin (25/10).

(aud/aud)