Polisi Tembak Mati Polisi, Polri Tunggu Hasil Pemeriksaan Polda NTB

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 19:37 WIB
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono (Adhyasta Dirgantara/detikcom)
Jakarta -

Polisi di Nusa Tenggara Barat (NTB), Bripka MN (38), diduga menembak mati Briptu HT (26) dengan menggunakan senjata api (senpi) laras panjang V2 Sabhara Polri. Mabes Polri menyinggung syarat mutlak penggunaan senpi buntut kasus polisi menembak polisi ini.

"Prosedurnya anggota menggunakan senjata itu tentunya harus melalui salah satunya tes psikologi. Kalau tes psikologi, itu menjadi satu acuan bahwa yang bersangkutan itu layak untuk memegang senpi dinas kepolisian. Itu pasti dilalui semua," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat ditemui di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Selasa (26/10/2021).

"Itu jadi persyaratan mutlak ketika seorang anggota Polri ingin memegang senjata atau menggunakan senjata inventaris dinas," sambungnya.

Rusdi membeberkan personil Polri yang bisa memegang senpi harus lulus tes psikologi. Selain itu, perilaku anggota akan dinilai terlebih dahulu oleh pimpinan sebelum diizinkan menguasai senpi.

"Harus lulus tes psikologi. Dan juga dinilai perilakunya oleh pimpinan. Apabila dua hal itu bisa dilewati, maka yang bersangkutan bisa diizinkan untuk menggunakan senjata dinas kepolisian," jelas Rusdi.

Sementara itu, Rusdi mengatakan penyidik masih mendalami motif dari Bripka MN menembak rekannya sendiri sampai tewas.

"Ini sedang didalami oleh Polda NTB. Apa motif yang bersangkutan melakukan tindakan seperti itu terhadap temannya sendiri. Ini masih kita dalami pasti ada latar belakang daripada tindak lanjut. Kita tunggu saja apa hasil pendalaman dari Polda NTB terhadap kasus yang terjadi di Lombok Timur," imbuhnya.

Sebelumnya, penyidik Kepolisian Resor Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), kini mendalami Bripka MN (38) yang bertugas di Polsek Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur, menggunakan senjata api (senpi) laras panjang V2 Sabhara Polri. Senjata itu diduga digunakan untuk menembak Briptu HT (26) hingga tewas.

"Persoalan ini (penggunaan senpi V2 Sabhara Polri) yang sedang kami dalami," kata Kapolres Lombok Timur AKBP Herman Suriyono setelah menghadiri pemakaman Briptu HT di Gontoran Timur, Kabupaten Lombok Barat, Selasa (26/10), seperti dilansir Antara.