Tarik Minat Ibu-ibu Kota, Fatayat NU DKI Diminta Buat Program Kreatif

Jihaan Khoirunnisa - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 18:46 WIB
Jazilul Fawaid
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menilai kaum wanita punya peranan penting bagi negara. Tidak hanya di sektor keluarga, tapi kiprah wanita semakin terlihat di banyak bidang lainnya.

Oleh karena itu, dia mendorong agar Fatayat NU, khususnya di DKI Jakarta untuk terus meningkatkan kiprahnya dalam mendorong kesuksesan perempuan demi kemajuan bangsa. Hal itu diungkapkannya dalam Pelantikan, Seminar Kebangsaan dan Rakerwil I PW Fatayat NU DKI Masa Khidmat 2021-2026

"Saya berharap agar Fatayat NU DKI lebih kreatif dalam mensosialisasikan Aswaja di tengah perempuan DKI karena memang berbeda cara pandang dan adat istiadat perempuan di perkotaan dan pedesaan makanya lebih sulit merangkul perempuan muda di DKI untuk diajak gabung dalam kegiatan Fatayat," ujarnya dalam keterangannya, Selasa (26/10/2021).

Dia merinci cara-cara kreatif tidak hanya sebatas melakukan kegiatan keagamaan seperti pengajian atau tahlilan rutin. Menurutnya, Fatayat DKI juga harus membuat program yang digemari para perempuan di Ibu Kota seperti senam aerobik atau kegiatan menarik lainnya.

"Kalau tidak maka Fatayat DKI hanya diikuti oleh orang-orang pinggiran di perkampungan. Di kompleks-kompleks perumahan besar tidak diminati. Menurut saya perlu dikemas agama atau Aswaja yang mampu mengadaptasi tradisi adat istiadat. Di NU itu semua tradisi boleh asal tidak melanggar syariat," katanya.

Jazilul menjelaskan umumnya gaya hidup perempuan muda di perkotaan seperti DKI Jakarta adalah konsumerisme dan modernitas, tapi kering secara spiritual. Untuk itu, dia menilai diperlukan peran Fatayat NU sebagai badan otonom di lingkungan NU untuk mengangkat harkat, martabat dan derajat kaum perempuan.

"Nah itu harus diisi oleh Fatayat NU. Perempuan Fatayat NU juga perlu misalnya melakukan pendampingan dan advokasi ketika ada ibu-ibu yang menjadi korban pinjol dan lain-lain dalam rangka meningkatkan harkat dan martabat perempuan DKI," tuturnya.

Dia berharap ke depan Fatayat NU DKI bisa menjadi pelopor kesuksesan kaum perempuan.

"Selamat menjalankan amanat sebagai pengurus Fatayat NU DKI mudahan-mudahan sukses menjalankan semua programnya," katanya.

Sementara itu, Ketua PW Fatayat NU DKI Kusnainik mengatakan kegiatan yang digelar di Hotel Saripan Pacific tersebut sebagai momentum penting. Bukan hanya dalam hal prosedur administrasi setelah dilaksanakannya Konferensi Wilayah dan terbentuk pengurus yang baru, melainkan dalam kaitannya sebagai tapak langkah PW Fatayat NU DKI Jakarta untuk senantiasa semakin berderap dalam meneguhkan peran perempuan di Ibu Kota, baik terkait pembangunan maupun pengarusutamaan paham Aswaja.

"Peran perempuan memiliki peran penting dalam upaya mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) tahun 2030. Sebagai agen pembangunan, perempuan harus turut serta dalam aksi kemitraan global mengatasi kemiskinan melalui langkah-langkah yang transformatif dan berkelanjutan demi lestarinya planet bumi," pungkasnya.

Sebagai informasi, acara tersebut turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua PWNU DKI KH Samsul Ma'arif, dan Ketua Umum PP Fatayat NU Anggia Ermarini.

(ncm/ega)