Guntur Soekarnoputra Minta Jenderal Hoegeng Diangkat Jadi Pahlawan Nasional

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 17:58 WIB
Guntur Soekarnoputra
Guntur Soekarnoputra (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Putra sulung Presiden Sukarno, Guntur Soekarnoputra, bercerita tentang keteladanan sosok mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Iman Santoso. Guntur menilai Hoegeng layak diangkat menjadi pahlawan nasional.

Guntur awalnya bercerita tentang awal mula dirinya mengenal Hoegeng. Dia menyebut Hoegeng memiliki kedekatan dengan keluarganya, terlebih Presiden Sukarno.

"Pak Hoegeng itu sering datang ke Istana ngobrol sama Bung Karno, diajak makan siang, kadang-kadang ngopi-ngopi di teras. Dan kalau ada hal yang penting dipanggil dan diajak ngobrol, ngobrolnya itu di kamar, kamar tidur. Biasanya petinggi-petinggi yang diajak ke kamar tidur itu biasanya yang hubungannya dekat sekali dengan Bung Karno, baik secara politik, ideologi, maupun pribadi," kata Guntur dalam acara 'Bedah Buku 100 Tahun Hoegeng', Selasa (26/10/2021).

Guntur menilai kejujuran dari Jenderal Hoegeng tak perlu diragukan lagi. Dia yakin Hoegeng adalah orang yang sangat jujur.

"Pak Hoegeng pernah cerita waktu saya ke rumahnya bahwa waktu di Medan dia ada satu pengusaha yang minta tolong Pak Hoegeng untuk sesuatu, lalu tiba-tiba pengusaha itu memberikan sepasang mebel ke Pak Hoegeng ya sebagai hadiah. Tapi sama Pak Hoegeng ditolak, kemudian meja itu bersama kursi-kursinya diletakkan di pinggir jalan depan rumahnya," ucapnya.

Selain dikenal sebagai sosok polisi yang jujur, Guntur menilai Hoegeng seorang politikus yang hebat. Dulu dia sering berdiskusi dengan Hoegeng terkait politik dalam negeri saat itu.

Lebih jauh, Guntur secara terang-terangan meminta agar Hoegeng diangkat sebagai pahlawan nasional. Momen peringatan Hari Pahlawan pada 10 November tahun ini diharapkan Hoegeng bisa diangkat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi pahlawan nasional.

"Dalam kesempatan ini saya terus terang aja minta dengan sangat mumpung ada Ketua MPR Bambang Soesatyo, mumpung ada wakilnya Kapolri, syukur Kapolri juga denger omongan saya ini. Nanti 10 November yang akan datang ini Pak Hoegeng langsung diangkat sebagai pahlawan nasional, kan nggak susah. Tergantung dari bagaimana presiden, tapi presiden kan perlu masukan baik dari Ketua MPR, baik dari Kapolri, mungkin juga dari yang lain-lainnya," ujarnya.

"Saya lebih menekankan pada 10 November ini, presiden dapat mengangkat Hoegeng Iman Santoso sebagai pahlawan nasional. Di sini juga supaya Hoegeng lebih dikenal oleh generasi muda," imbuhnya.

Usul Kompolnas

Sementara itu, Komisioner Kompolnas Poengky Indarti menilai Jenderal Hoegeng sosok mantan Kapolri yang hebat dan patut dicontoh anggota Polri. Dia ingin pimpinan Polri dapat 'mencetak Hoegeng-Hoegeng' baru masa kini.

"Pimpinan harus memberi contoh yang baik, Pak Hoegeng beliau memberikan contoh yang baik, jujur, teladan, beliau tidak mau disuap, beliau juga nggak mau diberi kemewahan yang beliau menganggap itu bukan hak beliau, dan beliau juga membimbing dan memberikan pengawasan yang baik kepada anggota," ucapnya.

Poengky menyebut sikap-sikap Jenderal Hoegeng harus diteladani anggota Polri masa kini dan seterusnya. Namun, untuk lebih mengetahui sosok Hoegeng, perlu secara fisik dikenalkan di lingkungan Polri.

"Saya mengharapkan penamaan Pak Hoegeng di gedung-gedung lingkungan Polri, itu penting banget. Katakan misalnya Auditorium Hoegeng Iman Santoso, ada ruangan-ruangan lain yang menunjukkan bahwa Pak Hoegeng bener-bener dihormati karena keteladanan beliau," pungkasnya.

(fas/fjp)