Sukmawati Sebut Pindah Agama Hindu Kembali ke Agama Leluhur

Sui Suadnyana - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 16:11 WIB
Sukmawati Soekarnoputri usai menjalani ritual pindah agama Hindu (Foto: Sui Suadnyana/detikcom)
Sukmawati Soekarnoputri usai menjalani ritual pindah agama Hindu. (Sui Suadnyana/detikcom)
Jakarta -

Putri Presiden pertama RI, Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri, selesai menjalani ritual Sudhi Wadani atau pindah sebagai pemeluk agama Hindu. Sukmawati menyebut dirinya kembali ke agama leluhur.

"Saya baca di medsos di berita-berita tentang Sukmawati Soekarnoputri kembali kepada agama leluhur. Jadi supaya mendapatkan background yang lebih jelas, kenapa ya. Ini merupakan suatu proses, perjalanan panjang untuk menjadi Hindu," kata Sukmawati di rumah ibunda Bung Karno, Ida Ayu Nyoman Rai Srimben, di Buleleng, Bali, Selasa (26/10/2021).

Sukmawati menjelaskan proses dirinya memeluk agama Hindu merupakan proses panjang. Dia telah menjalani proses itu selama puluhan tahun.

"Kurang-lebih 66 tahun dihitung-hitung dari perjalanan panjang, proses saya memutuskan sebagai penganut kembali ke agama leluhur," ujar Sukmawati.

Prosesi ritual Sudhi Wadani tersebut dilaksanakan di rumah ibunda Bung Karno, Ida Ayu Nyoman Rai Srimben, di Buleleng, Bali. Upacara inti Sudhi Wadani yang dijalani Sukmawati Soekarnoputri dilakukan di Merajan (Pura) Dadia Pasek Baleagung Buleleng. Dalam prosesi itu juga dilakukan penandatanganan surat yang disaksikan oleh berbagai pihak, terutama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI).

"Itu (Sudhi Wadani) ring (di) merajan dan penandatanganan disaksikan (atau) upasaksi dari Parisada (Hindu Dharma Indonesia) dan dipuput oleh pinandita-pinandita yang sudah ditunjuk pandita-nya. Selesai Sudhi Wadani, selesai sudah acaranya, kenten (begitu)," kata Panglingsir Dadia Pasek Baleagung Buleleng, Made Hardika, saat dihubungi detikcom, Sabtu (23/10).

Prosesi Sudhi Wadani Sukmawati Soekarnoputri dipimpin oleh beberapa orang pandita (pendeta) dan satu orang pemangku Merajan Dadia Pasek Baleagung Singaraja.

Sebelum menjalani prosesi Sudhi Wadani, sehari sebelumnya Sukmawati Soekarnoputri mengikuti prosesi pembersihan diri (panglukatan). Setelah itu, dilakukan ritual medengen-dengen, yang juga bermakna pembersihan.

"Jadi pertama tanggal 25, itu dia harus mengikuti pembersihan dulu, panglukatan. Setelah panglukatan, wenten (ada) medengen-dengen dan besoknya (hari ini) baru ada (ritual) metatah di Baleagung (Singaraja) tanggal 26-nya. Lanjut dah tanggal 26 itu Sudhi Wadani," jelas Hardika.

Lihat juga video 'Blak-blakan Sukmawati: Saya Dijailin Seolah Menista Nabi':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/tor)