Anda Korban Pinjol Ilegal? Laporkan ke Hotline Polda Metro

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 15:25 WIB
Hotline Polda Metro
Hotline Polda Metro (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya membuka layanan hotline bagi masyarakat korban pinjaman online (pinjol) ilegal. Masyarakat yang mengetahui tempat operasional pinjol ilegal juga diminta melapor.

Pengumuman layanan hotline Polda Metro Jaya itu disampaikan lewat akun Insatgram @siberpoldametrojaya, Selasa (26/10/2021). Masyarakat bisa melapor ke nomor 081191-110-110.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebelumnya meminta jajaran menindak penyelenggara pinjaman online (pinjol) ilegal. Pasalnya, pinjol dinilai merugikan masyarakat.

"Kejahatan pinjol ilegal sangat merugikan masyarakat sehingga diperlukan langkah penanganan khusus. Lakukan upaya pemberantasan dengan strategi preemtif, preventif, maupun represif," kata Sigit dalam keterangannya, Selasa (12/10).

Pelaku kejahatan pinjol, lanjut Sigit, kerap memberikan promosi atau tawaran yang membuat masyarakat tergiur untuk menggunakan jasa layanan tersebut, sehingga hal tersebut menjadi salah satu penyebab banyaknya korban pinjol.

"Harus segera dilakukan penanganan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat," ujar Sigit.

Di tengah situasi pandemi COVID-19, menurut Sigit, penyelenggara pinjol juga memanfaatkan situasi masyarakat yang perekonomiannya terdampak, sehingga warga banyak yang tergiur menggunakan jasa pinjol ilegal.

Padahal, kata Sigit, pinjol ilegal sangat merugikan masyarakat karena data diri korban bakal dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan apabila telat membayar ataupun tidak bisa melunasi pinjamannya. Yang bertambah miris, Sigit menyebut, ada beberapa kasus bunuh diri lantaran tidak mampu membayar bunga yang besar dari pinjol ilegal tersebut.

"Banyak juga ditemukan penagihan yang disertai ancaman. Bahkan dalam beberapa kasus ditemukan para korban sampai bunuh diri akibat bunga yang semakin menumpuk dan tidak membayar," ucap eks Kapolda Banten tersebut.

(knv/fjp)