LLDIKTI Jamin 2.000 Mahasiswa Pindah Kampus Gratis Usai Izin ITM Dicabut

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 14:39 WIB
Kepala LLDIKTI Wilayah Sumut, Prof Ibnu Hajar Damanik (Ahmad Arfah-detikcom)
Kepala LLDIKTI Wilayah Sumut, Prof Ibnu Hajar Damanik (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

LLDIKTI menjamin 2.000 mahasiswa Institut Teknologi Medan (ITM) bisa pindah ke kampus lain tanpa dipungut biaya usai izin ITM dicabut Mendikbudristek Nadiem Makarim. Hal tersebut merupakan kesepakatan LLDIKTI dengan Rektorat ITM.

"Kesepakatan dengan rektor tidak ada biaya untuk perpindahan, tapi kalau uang semester tentu ada. Itu pesan dari Kementerian," kata Kepala LLDIKTI Wilayah Sumut, Ibnu Hajar Damanik, di Medan, Selasa (26/6/2021).

Ibnu mengatakan ada 16 kampus yang disiapkan sebagai rekomendasi kepada mahasiswa ITM yang akan pindah. Ibnu menjelaskan ada 2.000 lebih mahasiswa ITM yang akan pindah.

"Mahasiswa yang akan pindah itu dari data LlDIKTI ada 5.700. Tapi setelah diteliti, data riilnya sekitar 2.000-an," ujarnya.

Ibnu menyebut pihaknya sudah mengeluarkan lebih dari 200 rekomendasi kepindahan mahasiswa ITM ke kampus swasta lain. Ibnu mengatakan sudah ada mahasiswa ITM yang datang sendiri ke kampus swasta di Sumut untuk mengurus kepindahannya.

"Saya sudah komunikasi dengan rektor-rektor yang ada prodi di PTS kita. Rektor sudah siap, tadi Universitas Dharma Agung sudah siap. Jadi ada modelnya adik-adik yang datang ke PTS langsung, jadi tidak ada lagi istilah yang tidak jelas. Kalau ada yang belum jelas, datang ke LLDIKTI pusatnya khusus di Jalan Pratun," tutur Ibnu.

Ibnu mengatakan pihaknya sedang memproses ijazah mahasiswa ITM yang sudah dinyatakan lulus sidang skripsi. Dia menyebut ada 300 dari 800 ijazah yang sedang mereka proses saat ini.

"Informasinya ada 800 orang yang belum selesai dan ini akan kita identifikasi semua tugas akhir dengan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan itu akan kita proses. Dan ijazah sedang kita persiapkan untuk Pj Rektor itu saya dan Pj Dekan. Jadi semua yang sudah lulus akan kita selesaikan karena itu amanat dari menteri," ucap Ibnu.

"Kini yang sudah berjalan pembuatan ijazahnya ada 300 orang dari 800. Kita tidak bisa dapat jumlah yang fix karena memang data dari dua kampus ini susah didapatkan," sambungnya.

(haf/haf)