Hakim Soroti Siapa Berdusta, Azis Syamsuddin Baiknya Dikonfrontasi Saksi Lain

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 12:08 WIB
Jakarta -

Selepas Azis Syamsuddin memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan perkara suap yang membelit mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju, majelis hakim sempat menyinggung tentang keterangan berbeda dari saksi lain. Konfrontasi antarsaksi dalam sidang pun didorong untuk dilakukan.

Setidaknya hal itu disampaikan oleh Boyamin Saiman selaku Koordinator dari Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI). Dia berharap jaksa KPK dapat menghadirkan saksi-saksi lain yang keterangannya berseberangan dengan Azis Syamsuddin untuk memunculkan mengenai keterangan yang sebenarnya perihal kasus itu.

"Atas tidak adanya pengakuan Azis Syamsuddin soal dugaan delapan orang yang diduga dikendalikannya di KPK waktu jadi saksi kemarin di pengadilan dan juga tidak mengakui memperkenalkan Robin Pattuju dengan Rita Widyasari dan beberapa hal lain, maka saya minta pada KPK melakukan konfrontasi di depan hakim atas tiga saksi minimal, yaitu Azis Syamsuddin, Rita Widyasari, dan Yusmada maupun M Syahrial," kata Boyamin Saiman kepada wartawan, Selasa (26/10/2021).

"Ini sangat diperlukan karena proses-proses pengakuan yang dilakukan saksi-saksi lain ini perlu dikonfrontasi dan hakim akan menilai sebenarnya siapa yang berkata jujur, siapa yang bohong. Itu akan terungkap dalam persidangan putusan dan pertimbangan hakim dalam memutus perkara bersalah-tidaknya terdakwa," imbuh Boyamin.

Boyamin juga menyinggung soal pinjaman Rp 200 juta dari Azis terhadap Robin. Boyamin menduga peminjaman itu terdapat suatu kesepakatan.

"Berkaitan dengan posisi hanya pinjaman Rp 200 juta, saya juga meragukan karena kalau pinjaman semestinya ada perjanjian pinjaman atau ada jaminan. Saya ingin minta pada Azis Syamsuddin dalam konfrontasi nanti membuktikan ada pihak lain yang dibantu oleh Azis Syamsuddin karena dia mengaku orang baik. Atas kebijakan itu dia jadi apes, misalnya, ini yang sangat diperlukan dalam konfrontasi itu," katanya.

Selanjutnya, Boyamin juga menyoroti soal aliran dana Rita Widyasari selaku eks Bupati Kukar ke Robin. Dia menyebut KPK tentu harus mendalami lagi soal itu karena Rita sendiri membantah pemberian uang ke Robin.

"Berikutnya beberapa berkaitan dengan uang. bagaimana uang itu sebenarnya mengalir dari siapa kepada siapa karena saksi yang lain, terutama Rita Widyasari, mengelak memberikan uang pada Robin Pattuju, sementara dalam dakwaan ada uang mengalir miliaran," katanya.

"Ini perlu diperdalam lagi karena Rita Widyasari pernah menyatakan di depan pengadilan dia pernah diminta Azis Syamsuddin untuk tidak menyebutkan namanya ketika diperiksa KPK. Ini justru harus diperdalam dalam bentuk konfrontasi di depan hakim karena nanti akan terbuka siapa yang bohong dan jujur. Jika ini benar apa yang dibilang Rita Widyasari untuk mengatur kesaksian, maka bisa dikenakan Pasal 21 UU pemberantasan korupsi tentang menghalangi penyidikan. Kita serahkan kepada KPK untuk merumuskannya," sambungnya.

Sebelumnya, majelis hakim dalam sidang kasus yang menjerat mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju alias Robin menyinggung tentang kesaksian palsu. Kenapa?

Hal itu terjadi ketika hakim anggota Jaini Bashir mencecar Azis Syamsuddin saat bersaksi terkait perkenalan dia dengan Robin. Dalam kesaksian Azis, dia menyebut yang mengenalkan Robin kepadanya adalah seorang anggota Polri bernama Agus Supriadi.

Azis mengatakan Agus Supriadi tiba-tiba mengenalkan Robin ke dia tanpa Azis meminta. Namun, dalam kesaksian Agus sebelumnya, dia menyebut mengenalkan Robin ke Azis karena Azis meminta agar dikenalkan kepada penyidik KPK. Hal itu membuat hakim mencecar Azis.

"Saya hanya confirm, kalau ada keterangan dua yang beda, berarti salah satunya ada yang bohong. Kita pernah periksa Saudara Agus Supriyadi, saya sendiri yang menanyakan, (Agus sampaikan) bahwa Saudara meminta dikenalkan penyidik KPK, Agus Supriyadi mengatakan ada dua lichting-an dia, tapi ternyata dua orang itu tidak menjawab, baru kemudian, timbul memperkenalkan adik lichting-nya, yang namanya Robin Pattuju. Jadi Saudara di situ minta dikenalkan?" tanya hakim Jaini ke Azis.

Azis pun membantah keterangan Agus Supriadi. Hakim pun kembali mencecar Azis.

"Tidak, Yang Mulia," jawab Azis.

"Berarti ada dua keterangan yang beda, yang bisa kita konfrontir mana yang benar, mana yang salah," timpal hakim.

Azis mengaku dia tidak pernah meminta dikenalkan ke penyidik KPK. Sebab, menurut Azis, dia tidak perlu mengenal penyidik karena dia mengenal komisioner KPK.

"Karena saya kalau mau kenal penyidik atau orang KPK cukup dengan komisioner," kata Azis.

Namun, hakim Jaini tidak langsung percaya. Dia menilai pengakuan Azis tentang awal mula kenal dengan Robin tidak masuk akal.

"Iya Itu kan teori, kita juga ngerti, kita juga nggak bodoh-bodoh amat," tutur hakim Jaini.

"Siap, Yang Mulia," jawab Azis singkat.

(dhn/dhn)