Sosialisasi 4 Pilar di Palopo, Waket MPR Ajak Perempuan Percaya Diri

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 11:34 WIB
MPR
Foto: Dok. MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat melakukan kunjungan kerja ke Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Minggu (24/10). Adapun kunjungannya kali ini juga sekaligus untuk melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR.

"Kali pertama pada tahun 1998. Senang bisa berada di kota yang indah ini," ujar Lestari dalam keterangannya, Selasa (26/10/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Lestari membahas soal nasib kaum perempuan. Ia menyebut di tengah pandemi tak jarang kaum perempuan yang memikul beban akibat pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menurutnya, PHK dapat membuat beban kaum perempuan semakin berat. Mengingat perempuan atau kaum ibu merupakan sosok istri, pencari nafkah, serta guru bagi anaknya.

"Bila perempuan kena PHK maka beban kehidupan yang ditanggung akan semakin berat," ungkapnya.

Ia menjelaskan perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga akan menanggung hidup suami, anak, dan dirinya. Bila masalah itu tak tertangani, hal ini dapat menjadi beban mental bagi perempuan.

"Akibat banyaknya perempuan yang mengalami beratnya beban kehidupan, berdasarkan penelitian yang ada, membuat mereka kerap memimpin gerakan-gerakan yang sifatnya melawan. Hal demikian terjadi akibat tekanan hidup", ucapnya.

Selain itu, nasib perempuan juga kerap kali diragukan dalam dunia politik. Tak jarang muncul gerakan-gerakan yang menghendaki agar tidak memilih kaum perempuan.

Oleh karena itu, Lestari mengajak masyarakat untuk memperjuangkan kelompok perempuan. Adapun hal ini dapat dilakukan dengan cara sederhana salah satunya melalui berdandan. Menurutnya, berdandan dapat membangun percaya diri pada perempuan.

"Sebab ke depan pemilih terbesar adalah kaum perempuan dan kaum milenial. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi para wakil rakyat," tambahnya.

"Saya mengajak kaum perempuan untuk berdandan. Mengajari bagaimana menggunakan jilbab yang benar. Bila percaya diri ketika mendapat kepercayaan, perempuan akan berani maju," tuturnya.

Selain mengunjungi Wali Kota Palopo, Lestari juga mengunjungi Datu (Raja) Luwu XL H. Andi Maradang Mackulau di Istana Kedatuan Luwu. Dalam kesempatan tersebut, Lestari mendapat gelar adat 'We Wettueng Lala Paratiwi'.

Gelar tersebut diberikan berdasarkan keputusan Datu dan Dewan Adat, yang memiliki arti 'Bintang yang Bersinar Cemerlang Menerangi Bumi'. Lestari menuturkan gelar adat yang diterima merupakan suatu kehormatan, kebanggaan, dan kebahagian bagi dirinya.

Dengan diberikannya gelar ini, ia pun berharap bisa menjalankan hal yang selama ini menjadi harapan dan tujuan kedatuan.

"Bersyukur bisa menjadi bagian dari Kedatuan Luwu", tuturnya.

Sebagai wakil rakyat, Lestari juga berjanji akan memperjuangkan RUU masyarakat adat menjadi undang-undang. Menurutnya, undang-undang yang kini menjadi payung hukum bagi masyarakat adat disebut tidak memadai bagi keberadaan masyarakat adat.

"RUU Masyarakat Adat saat ini belum selesai. Ini menjadi tugas dan tanggung jawab bagi saya," tambahnya.

Terkait hal ini, ia pun meminta dukungan kepada semua pihak dalam memperjuangkan hal-hal yang selama ini diperjuangkan oleh masyarakat adat. Pasalnya, Lestari menyebut keberadaan masyarakat adat perlu dijaga dan dipertahankan.

"Tanpa mereka tidak akan ada NKRI," katanya.

Sebagai legislator, ia mengatakan akan terus menerus mengingatkan pemerintah untuk memperhatikan masyarakat adat. Lestari juga meminta para wartawan untuk mendukung keberadaan masyarakat adat.

"Wartawan juga harus bergerak menyuarakan suara kaum masyarakat adat," katanya.

Kunjungan Lestari ke Kota Palopo mendapat antusias dari berbagai pihak, termasuk Datu Andi. Ia mengatakan gelar tersebut pantas diberikan mengingat Lestari telah memberikan banyak perhatian kepada komunitas adat dan keraton-keraton nusantara dalam pembinaan karakter berbangsa dan bernegara. Ia pun berharap., Lestari dapat terus memotivasi dan mengabdi kepada bangsa Indonesia.

"Harapan kami tidak lain adalah dengan adanya pemberian gelar kehormatan adat, dapat menjadi motivasi dan pemacu semangat untuk tetap meneruskan pengabdian kepada bangsa dan negara, serta senantiasa berbuat kebaikan dan kepentingan orang banyak," ujar Datu Andi.

Di sisi lain, Wali Kota Palopo Muhammad Judas Amir mengaku bangga dengan kehadiran Lestari ke kotanya. Ia berharap kunjungannya dapat memberi manfaat bagi masyarakat Palopo.

"Kita patut berbangga sebab bisa bertemu dengan Wakil Ketua MPR. Kehadiran beliau diharap mampu membawa keberkahan bagi masyarakat Palopo," tutupnya.

(akn/ega)