Demo di Depan Kantor Anies, Massa Buruh Tuntut Upah Minimum 2022 Naik

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 10:59 WIB
Massa Buruh Demo di Depan Kantor Anies
Massa Buruh Demo di Depan Kantor Anies. (Foto: Tiara/detikcom)
Jakarta -

Sekelompok buruh tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) DKI Jakarta geruduk Balai Kota. Mereka menuntut UMP 2022 di Jakarta naik.

Pantauan Selasa (26/10/2021), massa buruh tiba di Balai Kota DKI Jakarta sekitar pukul 10.15 WIB. Mereka berpakaian serba hitam sambil membawa sejumlah atribut demonstrasi mulai dari bendera hingga spanduk.

Tepat di depan mobil komando, sebuah banner panjang dibentangkan. Banner tersebut bertuliskan tuntutan dari FSPMI, yaitu menaikkan UMP/UMSP 2022 sebesar 10 persen. Tuntutan lainnya yaitu berlakukan UMSK 2021, mencabut UU Ombibus law dan PKB tanpa omnibus law.

"Kawan-kawan hari ini kita berada di depan kantor balai kota. Yang mana hari ini juga kawan-kawan di seluruh wilayah Indonesia khususnya KSPI dan FSPMI kerja sama melakukan aksi," kata Ketua Dewan Pimpinan Wilayah FSPMI DKI Jakarta Winarso saat berorasi.

"Seharusnya UMP DKI Jakarta sebesar Rp 5 juta. UMP itu buat masa kerja 1 tahun, parahnya ini UMP diterapkan seluruh pekerja di DKI Jakarta. Ini harus ditindak, banyak banget perusahaan memberlakukan UMP ke semua pekerjaannya bahkan cendrerung tak ada kenaikan," sambungnya.

Aksi demonstrasi hari ini dijaga ketat oleh puluhan personel kepolisian. Bahkan ada pula polisi berbaris sambil memakai APD lengkap.

Di sisi lain, Winarso memastikan peserta demonstrasi hari ini telah divaksin COVID-19. Dia juga menginstruksikan agar peserta demo menerapkan protokol kesehatan COVID-19 selama aksi.

"Tujuan kita di sini adalah menyampaikan aspirasi kawan-kawan dengan tidak meninggalkan, kita masih di masa pandemi COVID. Lebih baik kita mencegah daripada kita terisolasi," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) hari ini bakal melakukan aksi turun ke jalan. Salah satu tuntutannya adalah meminta kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2022 sebesar 7-10%.

Aksi ini serentak dilakukan ribuan buruh di depan kantor Gubernur, Bupati/Walikota di wilayah masing-masing. Di Jakarta sendiri, aksi dilakukan di depan kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Jumlah massa yang akan terlibat lebih dari 10.000 orang, diikuti 1.000 pabrik di 24 provinsi dan lebih dari 100 Kabupaten/Kota. Di Jakarta, aksi akan dipusatkan di Balai Kota, kantor Gubernur DKI Jakarta," kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Senin (25/10).

Pihak KSPI menuntut kenaikan UMK 2022 hingga 10% karena berdasarkan hasil surveinya, rata-rata 60 item Kebutuhan Hidup Layak (KHL) mengalami kenaikan.

"Dari survei ditemukan yang paling mengalami lonjakan kenaikan harga adalah transportasi, terutama angkot dengan pandemi sedikit sekali yang beroperasi jadi berpindah ke transportasi online sehingga biaya transport meningkat tajam. Terus harga bahan pokok juga meningkat rata-rata 7-10%," bebernya.

Jika aksi tidak direspons oleh pemerintah, kata Said, pihaknya akan melakukan aksi yang lebih besar lagi dan tidak menutup kemungkinan akan berujung aksi mogok massal dengan setop produksi.

"Besok adalah aksi awal buruh turun ke jalan. Kalau tidak didengar, itu akan ada aksi lanjutan dan puncaknya tidak menutup kemungkinan melakukan aksi pemogokan, setop produksi, tapi kita akan lihat perkembangannya," imbuhnya.

(taa/idn)