Jadi Korban Mafia Tanah, Tukang Ojek Pemilik Lahan Rp 160 M Datangi Kelurahan

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 08:58 WIB
Jakarta -

Tukang ojek di Bintaro, Tangerang Selatan, Banten, Rizal (51) dan keluarga besarnya kehilangan tanah seluas 2 hektare karena menjadi korban mafia tanah. Tanah senilai Rp 160 miliar itu kini dikuasai oleh pihak pengembang. Rizal pun tidak tinggal diam.

Didampingi kuasa hukumnya, Ainul Yaqin, Rizal mendatangi kantor kelurahan untuk menanyakan rekam jejak tanah tersebut. Sebab, keluarga Basim merasa tidak pernah menjual ke siapa pun. Pihak keluarga menduga terjadinya peralihan tanah tersebut dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dengan melakukan berbagai rekayasa pembuatan dokumen peralihan hak.

"Kami mendatangi kantor Kelurahan Pondok Ranji (25/10) dengan maksud untuk memohon keterangan atas riwayat tanah dari almarhum A Basim. Pihak Kelurahan Pondok Ranji pada tahun 2016 pernah mengeluarkan surat keterangan yang dimaksud, namun masih ada hal yang perlu untuk lebih dijelaskan," kata Ainul Yaqin saat berbincang dengan detikcom, Selasa (26/10/2021).

Tanah yang terletak di Pondok Ranji, Bintaro tersebut, berdasarkan surat-surat yang dipegang oleh keluarga besar Rizal, tercatat atas nama almarhum A Basim, yang merupakan mertuanya. Almarhum A Basim sendiri -- berdasarkan pengakuan istri dan para ahli waris lainnya -- semasa hidupnya tidak pernah memperjualbelikan tanah tersebut, begitu juga para ahli warisnya.

"Atas permohonan yang disampaikan, pihak Kelurahan selaku instansi pemerintahan yang mempunyai peran dan fungsi sebagai penyelenggara pemerintahan dan pelayanan masyarakat, telah menerima permohonan tersebut. Selanjutnya pihak kelurahan akan melakukan kroscek data terlebih dahulu, sebelum memberikan surat keterangan sesuai dengan permohonan," kata Ainul.

Selain itu, pihak ahli waris almarhum A Basim juga mendatangi kantor Kecamatan Ciputat dengan maksud yang sama. Namun, permohonan keterangan dalam hal ini lebih terkait pada penjelasan atas dokumen-dokumen peralihan hak (Akta Jual Beli) atas tanah almarhum A Basim.

"Jawaban yang sama juga diperoleh, yakni akan dilakukan kroscek data terlebih dahulu, sebelum menuangkan pada surat yang sesuai dengan permohonan," ujar Ainul.

Perwakilan keluarga besar almarhum A Basim juga menyatakan dalam waktu dekat akan menempuh jalur hukum baik secara pidana maupun perdata. Meskipun sebelumnya dari pihak ahli waris almarhum A Basim juga pernah mendatangi Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya untuk menempuh jalur hukum.

"Namun upaya tersebut masih menunggu dalam proses, dikarenakan terdapat kekurangan berkas yang musti dilengkapi terlebih dahulu oleh pihak pelapor," tutur Ainul.