Viral Oknum Pemdes Rusak Gereja di Minsel Sulut, Begini Faktanya

Trisno Mais - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 21:56 WIB
Viral oknum Pemdes rusak rumah ibadah di Minsel Sulut
Viral oknum pemdes rusak rumah ibadah di Minsel, Sulut. (Dok. Istimewa)
Minahasa Selatan -

Sebuah video yang menunjukkan oknum pemerintah desa (pemdes) merusak salah satu tempat ibadah umat Kristen di Desa Tumaluntung, Kecamatan Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara (Sulut). Video tersebut pun viral di media sosial (medsos).

Dilihat detikcom pada Senin, (25/10/2021), tampak sejumlah fasilitas di dalam Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK), Jemaat Tumaluntung, rusak. Dalam video itu, terlihat sebuah mimbar serta baliho bergambar Yesus telah rusak.

Dalam video yang viral itu juga terdengar suara yang menjelaskan bahwa fasilitas tempat ibadah tersebut dirusak oleh oknum perangkat desa.

"Pengerusakan mimbar GMAHK Jemaat Tumaluntung, Kecamatan Tareran, dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, menurut saksi mata, yang merusak adalah seorang pemerintah desa dan juga salah satu masyarakat Tumaluntung. Pengerusakan di area mayoritas Kristen," tulis Lusiana Mandey.

Isu Viral Diluruskan Kepala Desa

Kepala Desa Tumaluntung, Jener Mandey, merespons dan memberikan penjelasan terkait duduk perkara peristiwa yang viral di media sosial. Menurutnya, narasi yang menyebut bahwa yang dirusak adalah gereja ternyata tidak benar.

"Mengklarifikasi isu yang beredar, saya sebagai hukum tua (kepala desa) sesuai informasi dari keluarga, itu adalah bangunan rumah tempat tinggal. Jadi kalau ada yang di media yang memuat itu adalah gereja saya mau luruskan. Agar supaya di antara kita tidak terjadi pemahaman pemikiran," kata Mandey saat dimintai konfirmasi wartawan, Senin (25/10).

Mandey menegaskan bahwa tempat yang dirusak itu bukan bangunan gereja, melainkan hanya rumah tinggal yang digunakan sebagai tempat ibadah.

"Menegaskan bahwa sesuai dengan pengakuan dari keluarga Tumbel-Mandey itu adalah rumah tempat tinggal. Sesuai informasi yang saya dapat kejadian dilakukan sekitar pukul 11:30 malam sampai pukul 12 kira-kira. Tidak melapor kepada kami pemerintah pemegang kekuasaan. Peristiwa tepatnya dijaga 1, Desa Tumaluntung. Tidak ada konfirmasi dengan pemerintah setempat, langsung terekspos di media. Saya juga kaget waktu itu," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.