Nakes di Makassar Buat 179 Surat Vaksin Palsu, Walkot: Saya yang Lapor Itu

Ibnu Munsir - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 17:43 WIB
Wali Kota Makassar, Danny Pomanto
Wali Kota Makassar Danny Pomanto (Hermawan Mappiwali/detikcom)
Makassar -

Wali Kota Makassar Mohammad Ramadhan 'Danny' Pomanto mengaku sebagai sosok di balik terbongkarnya praktik pembuatan surat vaksinasi palsu oleh oknum Dinas Kesehatan (Dinkes). Danny menceritakan awal mula dia curiga ada praktik pemalsuan surat vaksinasi COVID-19.

"Saya ji yang lapor itu, karena waktu suruh audit semua vaksinasi ditemukan di salah satu puskesmas. Kenapa tiba-tiba antara laporan orang yang sudah divaksin dengan vaksinnya berbeda, maka diselidiki lah," kata Danny Pomanto ketika dimintai konfirmasi, Senin (25/10/2021).

Danny mengapresiasi pihak Dinkes Kota Makassar disebutnya tegas terhadap seorang stafnya, yang diduga menjual kartu vaksinasi palsu. Ia pun mengingatkan para petugas kesehatan untuk jujur dan tak mengambil keuntungan untuk diri sendiri dari musibah pandemi COVID-19.

"Inikan bagusnya karena Kadis betul-betul kerja. Panggil Kapus-nya ke sini, Kapus-nya bilang tidak tahu karena dia tidak tahu," jelas Danny.

"Berlanjut, kami langsung lapor ke polisi. Saya kira ini bagian daripada jangan main-main kalau di Makassar. Kita mau semua jujur," imbuh Danny.

Sebelumnya, polisi menangkap seorang tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Paccerekkang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Wanita berinisial FT itu diduga membuat 179 lembar surat vaksinasi palsu. Seorang rekan FT, yakni WD, juga ditangkap lantaran terlibat pemalsuan surat vaksinasi tersebut.

"Kami sudah mengamankan pelakunya dua orang atas nama FT kemudian satu WD," ucap Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar AKP Jufri Natsir saat jumpa pers pada hari ini.

(aud/aud)