BNPB Saring 77 Pemda Terbaik dalam Penghargaan Penanganan COVID-19

Angga Laraspati - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 17:31 WIB
Petugas menyemprotkan disinfektan di sekitar jalan desa yang ditutup akibat karantina wilayah di Desa Pedawang, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (1/6/2021). Akibat lonjakan tajam kasus COVID-19 pascalebaran di kabupaten itu, sebanyak 42 desa masuk zona merah COVID-19 dan menerapkan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro untuk mencegah penularan COVID-19. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO
Jakarta -

Penghargaan Anugerah Tangguh Adhiwirasana yang diinisiasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah masuk ke tahap penjurian. Sebanyak 77 provinsi dan kabupaten/kota yang telah lolos pada tahapan penjaringan kini mengikuti tahapan penjurian.

Anugerah Tangguh Adhiwirasana merupakan apresiasi atau penghargaan dari BNPB untuk daerah dalam hal penanganan kebencanaan. Penanganan kebencanaan itu meliputi bencana alam maupun non-alam.

Ada dua kategori dalam penghargaan Anugerah Tangguh Adhiwirasana. Pertama, Wira Sandya Laksana untuk pemda yang menunjukkan kinerja unggul dalam upaya penanggulangan bencana non-alam (COVID-19) dan kedua, Wira Dipta Laksana untuk kategori perseorangan.

Ketua Dewan Juri Anugerah Tangguh Adhiwirasana, Dr. Wahyu Tri Setyobudi dalam keterangan tertulis menjelaskan dari 77 provinsi dan kabupaten/kota, sebanyak 16 provinsi dan 44 kabupaten/kota telah mengirimkan kembali formulir self assessment untuk penilaian dalam tahap penjurian Anugerah Tangguh Adhiwirasana kategori Wira Sandya Laksana.

Data-data yang masuk dari provinsi dan kabupaten/kota langsung dinilai oleh para panelis yang terdiri dari tim profesional lintas bidang. Dari total data yang masuk dari daerah, hanya akan ada 30 nominasi dari provinsi dan kabupaten/kota yang akan lanjut ke tahapan penjurian sesi wawancara di Anugerah Tangguh Adhiwirasana.

Adapun tiga poin penilaian yang dinilai dalam tahapan penjurian ini adalah inisiatif inovasi dalam penanganan kesehatan, pemulihan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan sosial.

"Penilaian ini kami lakukan dengan menggunakan basis bukti (evidence based). Semua data yang dikirimkan oleh daerah dinilai dengan adil dan transparan berdasarkan kelengkapan bukti-bukti inisiatif inovasi dari daerah," ujar Dr. Wahyu dalam keterangan tertulis, Senin (25/10/2021).

Wahyu menambahkan tim panelis yang bertugas harus mengutamakan integritas dan independensi, sehingga nanti dapat mempertanggung jawabkan skor penilaian.

"Tim panelis yang bertugas harus mengutamakan integritas dan independensi dalam proses penilaian sehingga dapat mempertanggung jawabkan skor penilaian dalam rapat pleno hasil penilaian penjurian tahap self-assessment Anugerah Tangguh Adhiwirasana yang akan diadakan Senin (25/10)," tuturnya.

Sebelumnya, pada Kamis (21/10), sebanyak 514 kabupaten/kota dan 34 Provinsi telah melalui tahapan penjaringan dengan menggunakan data sekunder di bidang kesehatan, ekonomi dan sosial. Dari jumlah tersebut terseleksi menjadi 57 kabupaten/kota dan 20 provinsi terpilih yang masuk ke tahapan penjurian berikutnya di Anugerah Tangguh Adhiwirasana kategori Wira Sandya Laksana.

Pada anugerah ini, kategori yang dinilai adalah kategori Wira Sandya Laksana atau kategori anugerah yang diberikan kepada pemerintah daerah kabupaten/kota dan pemerintah provinsi yang menunjukkan kinerja unggul dalam upaya penanggulangan bencana non-alam (COVID-19) di daerah masing-masing.

(ncm/ega)