Eks Deputi KSP Angkat Bicara Namanya Terseret Polemik Google Street View

Tim detikcom - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 14:33 WIB
Eko Sulistyo
Eko Sulistyo (Dok Pribadi/detikcom)
Jakarta -

Warga Tangerang bernama Khairul Anam protes karena kompleks rumahnya difoto Google Street View (GSV). Khairul menyebut salah satu rekanan Google Indonesia yang melakukan pemotretan menyodorkan surat dukungan yang diteken mantan Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP), Eko Sulistyo tahun 2018. Eko angkat bicara menjelaskan surat tersebut.

Untuk diketahui, Khairul Anam menceritakan dirinya sempat meminta surat izin kepada tim pemotretan dan saat itulah dia melihat surat yang diteken Eko berupa dukungan untuk Google melaksanakan pemetaan tempat dalam rangka menyukseskan Asian Games 2018. Khairul protes karena tidak menemukan hubungan surat dukungan suksesi Asian Games dengan pemotretan kompleks rumahnya.

Saat dikonfirmasi soal polemik Google Street View, Senin (25/10/2021), Eko mengakui dirinya meneken surat dukungan kepada Google untuk mensukseskan Asian Games 2018. Eko menegaskan surat itu hanya untuk kepentingan Asian Games 2018, bukan hal lain. Eko sendiri sudah tidak menjabat di KSP saat ini.

"Lah iya, artinya apa. Bahwa itu, saat itu memang, menjelang Asian Games, Google mengajukan itu. Kemudian kami lihat sebagai satu hal yang penting untuk mensukseskan Asian Games sehingga mereka akan memperbarui jalan-jalan. Itu kan sangat dibutuhkan bagi tamu asing, bagi orang-orang dari luar Jawa yang mau, misalnya ke Jakarta supaya ada pembaruan soal jalan-jalan. Itu yang kita tandatangani untuk keperluan Asian Games dan itu 2018 kan," kata Eko saat dihubungi detikcom.

"Kalau konteksnya hari ini masih diberlakukan, ya itu artinya kan sudah nggak sesuai lagi. Ya kan," katanya.

Eko mengaku tak berkapasitas menjawab protes Khairul Anam saat ini karena dia hanya meneken surat dukungan kepada Google untuk kepentingan Asian Games pada 2018 saja. Soal surat itu masih dipakai rekanan Google Indonesia, Eko menyebut masyarakat berhak meminta klarifikasi.

"Kenapa sampai sekarang di... dan sebagainya, ya itu tanyakan ke Google dan masyarakat juga berhak untuk meminta klarifikasinya," ujar Eko.

Eko juga menjawab pertanyaan mengenai mengapa seorang pejabat KSP memberikan 'endorse' pemotretan Google Street View, bukannya surat dari pemerintah daerah atas izin warganya.

Lihat juga video 'Ini Alasan Google Telusuri Jalur Pengendara Motor di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



Baca di halaman selanjutnya.