Kronologi Terungkapnya Nakes di Makassar Produksi 179 Surat Vaksin Palsu

Hermawan Mappiwali - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 13:37 WIB
Nakes di Makassar pemalsu surat vaksin COVID-19 ditangkap polisi. (Hermawan/detikcom)
Foto: Nakes di Makassar pemalsu surat vaksin COVID-19 ditangkap polisi. (Hermawan/detikcom)
Makassar -

Tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Paccerekkang, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), wanita inisial FT terungkap membuat 179 surat vaksin palsu yang digunakan warga untuk bepergian. Pengalaman FT sebagai nakes vaksinasi massal disebut jadi kunci surat vaksin palsu itu dibuat.

Pengungkapan kasus tersebut berawal dari kecurigaan Dinas Kesehatan Makassar karena banyaknya penerbitan surat vaksin di Puskesmas Paccerekkang. Surat vaksin yang terinput ke dalam aplikasi Pedulilindungi melebihi dari logistik yang diberikan ke puskesmas tersebut.

"Kita dapat bulan sembilan di Puskesmas Paccerekkang tidak sesuai logistik yang kami keluarkan dengan data yang ada, terlalu jauh rance-nya 179," ujar Plt Kadis Kesehatan (Kadinkes) Makassar dr Nursaidah kepada wartawan di Polrestabes Makassar, Senin (25/10/2021).

Nursaidah mengatakan, temuan tersebut membuatnya menerima Wali Kota agar menyelidiki kondisi tersebut ke Puskesmas terkait.

"Kami rapat mendadak di hari Sabtu di Puskesmas Paccerekkang, untuk mencari tahu mengumpulkan semua, serta Kepala Puskesmas ternyata tidak ada pengakuan. Saya lapor kembali ke bapak Wali Kota, saya turun lagi tidak ada pengakuan," katanya.

Setelah diselidiki lebih lanjut, kata Nursaidah, pembuatan surat vaksin tersebut ternyata memang dilakukan oleh orang luar. FT selaku mantan nakes di Puskesmas Paccerekkang lantas menjadi orang yang dicurigai sebagai aktor surat vaksin bodong tersebut.

"Rupanya memang karena bukan tenaga kesehatan yang bekerja di dalam, karena ini anak sudah keluar, dia bekerja di RS Daya pada saat ini," katanya.

Akibat temuan tersebut, Dinkes Makassar melaporkannya ke Polrestabes Makassar. FT dan rekan prianya yang berinisial WD itu pun diringkus aparat.

"Kami lihat kenapa ada terjadi ketimpangan dengan logistik yang saya berikan dengan data yang masuk. Kami cari tahu, kami kumpulkan saya dapat lah seorang yang mengaku 'kami tidak divaksin' (tapi memiliki surat vaksin yang dikeluarkan pelaku FT dan WD)," beber Nursaidah.

Alasan Surat Vaksin Tetap Bisa Digunakan Untuk Perjalanan Jauh

Sebanyak 179 surat vaksin yang dibuat oleh tersangka FT dan WD tetap bisa digunakan sebagai syarat dalam melakukan perjalanan jauh. Rupanya, surat vaksin buatan tersangka memang terkoneksi ke aplikasi Peduli Lindungi.

Terkait kondisi tersebut, Nursaidah menyebut pengalaman FT sebagai nakes vaksinasi massal di Puskesmas Paccerekkang menjadi kunci surat vaksin itu tetap bisa digunakan.

"Dia kan pernah di Puskesmas Paccerekkang, pada saat mungkin pada saat itu ada pernah vaksinasi massal dimintai bantuan, untuk masuk ke situ membantu menginput, itu yaang mungkin dia ingat," pungkas Nursaidah.

Simak juga 'Dua Emak-emak di Parepare Diciduk Usai Palsukan Surat Antigen':

[Gambas:Video 20detik]



(hmw/nvl)