KPK Panggil Istri Bupati Musi Banyuasin di Kasus Suap Pengadaan Barang-Jasa

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 12:48 WIB
KPK menetapkan Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa proyek infrastruktur. Usai KPK melakukan penahanan, Dodi Alex irit bicara saat keluar gedung KPK.
Foto: Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex Noerdin (Azhar/detikcom)
Jakarta -

KPK memanggil istri Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin, Erini Mutia Yufada. Erini dipanggil sebagai saksi di kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa infrastruktur.

"Hari ini (25/10/2021 terkait pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Musi Banyuasin tahun anggaran 2021, untuk tersangka HM (Herman Mayori) dkk," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (25/10/2021).

Ali mengatakan Erini akan diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Dia belum membeberkan apa yang akan diperiksa terhadap Erini.

"Bertempat di Gedung Merah Putih KPK, Tim Penyidik mengagendakan pemangilan saksi Erini Mutia Yufada swasta/istri Bupati Musi Banyuasin," katanya.

Sebelumnya, KPK menetapkan Dodi Reza Alex Noerdin menjadi tersangka suap berkaitan dengan suap pengadaan barang dan jasa infrastruktur. Dodi langsung ditahan di Rutan KPK Kavling C1.

"Setelah dilakukan pengumpulan berbagai bahan keterangan terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dimaksud, KPK meningkatkan status perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan 4 tersangka," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (16/10).

Berikut daftar tersangka dari OTT KPK di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan:

Sebagai penerima suap:
1. Dodi Reza Alex Noerdin (DRA) Bupati Bupati Musi Banyuasin periode 2017-2022
2. Herman Mayori (HM) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin
3. Eddi Umari (EU) Kepala Bidang SDA/PPK Dinas PUPR Kabupaten Musi Banyuasin

Pemberi suap:
4. Suhandy (SUH), swasta, Direktur PT Selaras Simpati Nusantara

Tersangka pemberi suap Suhandy akan disangkakan pasal 5 ayat 1 huruf a atau pasal 5 ayat 1 huruf b atau pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Sedangkan, para penerima suap Dodi dkk disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

(azh/aud)