Alasan Megawati Kontemplasi Minta Petunjuk Tuhan soal Penerus Jokowi

Matius Alfons - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 06:38 WIB
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (Foto: Tangkapan layar YouTube)
Foto: Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (Foto: Tangkapan layar YouTube)
Jakarta -

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri masih berkontemplasi mencari penerus Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2024. Elite PDIP, Junimart Girsang menyebut Megawati berkontemplasi lantaran tidak pernah bisa didiket dalam mengambil keputusan.

Junimart awalnya menyinggung terkait pemilihan Calon Presiden pada Pemilu 2014 dan 2019 juga berdasarkan kontemplasi Megawati dengan Tuhan. Menurutnya Megawati ketika itu juga mendengarkan aspirasi dan suara rakyat sebelum menetapkan pilihan.

"Sebagaimana keputusan politik Ibu Ketum tentang Calon Presiden pada Pemilu 2014 dan 2019 tidak bisa dipungkiri bahwa Ibu Ketum mengambil keputusan politik konkrit setelah melihat, mendengar aspirasi dan suara rakyat, serta yang terlebih penting beliau telah merasakan percakapan pribadi beliau dengan Tuhan," kata Junimart saat dihubungi, Minggu (24/10/2021).

Junimart mengatakan Megawati merupakan sosok yang tidak bisa didikte ketika mengambil keputusan untuk kepentingan Indonesia. Karena itulah, kata dia, setiap keputusannya pasti bersumber dari permenungan dengan Tuhan.

"Ibu itu tidak bisa didikte dalam memutuskan sesuatu untuk kepentingan NKRI ini, dia punya sikap tersendiri dan realistis. Suka mendengar dan detail bertanya. Intinya beliau dalam setiap akhir keputusannya tetap dan konkrit memohon petunjuk berdasarkan percakapan pribadinya dari Tuhan. Ibu ini suka tanaman, penghijauan dan merawatnya. Tanaman juga diajak bicara dianggap sebagai teman. Ya Ibu memang begitu," ucapnya.

Senada dengan Junimart, elite PDIP lainnya, Hendrawan Supratikno juga menjelaskan alasan Megawati berkontemplasi bukan karena tengah kebingungan. Menurutnya kontemplasi yang dilakukan Megawati merupakan proses yang wajar sebelum mengambil keputusan penting.

"Kontemplasi dapat diartikan sebagai proses memikirkan secara jernih dan matang. proses merenung untuk sampai kepada puncak akal budi dan nurani. Merupakan proses yang wajar dalam pengambilan keputusan yang penting," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan juga 'Dorong Wacana Jokowi 3 Periode, Jokpro Akan Rebut Hati Megawati':

[Gambas:Video 20detik]