45 SD di Kota Tangerang Gelar Tatap Muka Besok

Khairul Ma'arif - detikNews
Minggu, 24 Okt 2021 20:56 WIB
Sekolah
Ilustrasi (Foto: shutterstock)
Tangerang -

Sebanyak 45 Sekolah Dasar (SD) di Kota Tangerang akan memulai pembelajaran tatap muka (PTM) besok. Namun, tidak semua kelas masuk bersamaan, melainkan diatur secara bergantian.

"Semua kelas, tapi satu hari satu tingkat kelas. Senin kelas 6, Selasa kelas 5 dan seterusnya," kata Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Helmiati dari keterangan yang diterima wartawan, Minggu (24/10/2021).

Helmiati mengatakan kapasitas ruang kelas akan diisi sebanyak 50% dari jumlah seluruhnya. Untuk kelas 4-6 satu hari melakukan PTM selama dua jam. Sedangkan kelas di bawahnya kelas 1-3 selama 1,5 jam.

"Jadi yang satu kelas itu dibagi dua, jam 7 sampai jam 9. Lalu jam 10 sampai jam 12 yang separuhnya lagi, tapi kelasnya ganti. Pembagiannya nanti sesuai nomor urut absen saja," tambah Helmiati.

Helmiati menuturkan untuk siswa yang di bawah 12 tahun, diwajibkan kedua orang tua dan keluarganya di rumah sudah melakukan vaksinasi minimal dosis pertama. Pendataan sudah dilakukan wali kelasnya masing-masing.

Helmiati juga memastikan tetap ada pelayanan belajar online, untuk siswa yang keluarganya di rumah belum divaksin. "Tetap ada pelayanan untuk online jadi yang belum vaksin dan orang dewasa di rumahnya belum vaksin tetap online belajarnya," katanya.

Helmiati pihaknya sudah mengatur sedemikian rupa untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Materi pelajaran pun menurutnya, dibuat seringan mungkin.

"Ini kan sesuatu yang baru bagi anak-anak, datang ke sekolah pakai masker, nggak boleh dekat sama teman, dan ngga boleh cium tangan guru. Jadi prokesnya tetap dilaksanakan tapi suasanya dibuat senyaman mungkin buat anak-anak," ungkapnya.

Selain itu, Helmiati juga memastikan tidak ada pedagang yang berjualan di kantin atau di depan sekolah. Helmiati menyebut larangan itu sudah menjadi aturan dari pusat.

"Jika ada kita bersihkan semua pedagangnya. Dari penjaga sekolah ada nanti juga dari pihak sekolah koordinasi dengan Satpol PP," ucapnya.

Dia menegaskan orang tua hanya mengantar sampai pintu gerbang dan wajib pakai masker. Kemudian, di pintu gerbang murid dites suhu tubuh, cuci tangan dan masuk sesuai jalur yang telah dibuat.

"Iya ada aturan dan kalau keluar kelas atas izin guru dan juga hanya satu satu. Pokoknya physical distancingnya kita jaga," jelasnya.

(eva/eva)