Viral Video WNA di Bali Diduga Mabuk Kendarai Mobil Lawan Arus

Sui Suadnyana - detikNews
Minggu, 24 Okt 2021 13:01 WIB
Denpasar -

Aksi warga negara asing (WNA) yang mengendarai mobil melawan arus di Bali viral di media sosial (medsos). WNA tersebut diduga dalam keadaan mabuk.

"Bule mabuk, bule mabuk, awas Pak, awas Pak. Hey stop you, hey stop you, hey stop you. Bule mabuk, bule mabuk, bule mabuk nabrak," demikian terdengar dalam video yang beredar tersebut.

Dalam video yang beredar, bule tersebut tampak mengendarai mobil Nissan Juke dengan nomor polisi DK-1941-DA warna abu-abu.

Dalam postingan tersebut dijelaskan bahwa peristiwa itu terjadi di Jalan Thamrin hingga Jalan Hassanudin, Denpasar. WNA itu disebut sangat meresahkan karena sempat menabrak beberapa mobil dan sepeda motor.

Sementara itu, pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar mengatakan belum ada laporan mengenai adanya peristiwa tersebut. Karena tak ada yang melapor, polisi belum bisa melakukan penelusuran.

"Sementara belum ada laporan yang kami terima. Dari pagi itu tidak ada laporannya, makanya kami tidak bisa memberikan (penjelasan)," kata Kanit Laka Polresta Denpasar Iptu Ni Luh Tiviasih saat dihubungi detikcom, Minggu (24/10/2021).

"Nggak ada laporannya bagaimana bisa kami tindaklanjuti. Nggak ada laporannya. Gimana menelusuri orang sudah tadi pagi kejadiannya, tidak ada yang melapor," tambahnya.

Hingga kini Tiviasih mengaku baru mengetahui kejadian tersebut dari video yang viral di medsos. Dalam video yang ia tonton, hanya terdengar orang meneriakkan 'bule mabuk', tapi tidak ada gambar orang yang sempat tertabrak.

"Kami nggak ada menerima laporan ini, gimana bisa kami (telusuri). Terus korbannya gimana itu, gambarnya juga putus-putus, terakhir saya ketemunya nggak ada yang ditabrak, cuma 'bule mabuk, bule mabuk,' gitu. Siapa yang ditabrak juga nggak lihat," lanjut Tiviasih.

Meski belum ada laporan yang masuk, Tiviasih mengaku bakal berkoordinasi terlebih dahulu dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Ia pun mengimbau masyarakat melaporkan kejadian tersebut.

"Ya minimal kan masyarakat melapor dong kalau ada kecelakaan kan lapor. Kalau memang ada masyarakat melapor kan kita tindaklanjuti gimana korbannya," jelas Tiviasih.

(isa/isa)