RI Mau Jadi Produsen Produk Halal Terbesar, Menkop: Butuh Kolaborasi

Jihaan Khoirunnisaa - detikNews
Sabtu, 23 Okt 2021 21:25 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Banyuwangi Muslim Fashion Festival 2021
Foto: Kemenkop UKM
Jakarta -

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan perkembangan fesyen muslim di Tanah Air membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi pusat fesyen muslim dunia. Menurutnya potensi ini juga didorong dengan menjamurnya desainer muda fesyen muslim yang inovatif dan berkualitas.

Teten menjelaskan sudah banyak karya-karya desainer lokal yang bisa mendunia, sehingga membuat Indonesia juga menjadi kiblat fesyen muslim dunia. Oleh karena itu, dia berharap kegiatan seperti Banyuwangi Muslim Fashion Festival 2021 dapat mempercepat Indonesia menuju pusat fesyen dunia, serta menjadi lokomotif sekaligus pendorong industri halal.

"Wakil Presiden Ma'ruf Amin pernah menyatakan Indonesia menjadi produsen produk halal terbesar di dunia pada 2024. Dimulai dengan fesyen muslim dan modest wear. Hal ini hanya bisa dicapai dengan kolaborasi berbagai pihak antara UMKM, pelaku kreatif, industri, dan pemerintah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/10/2021).

Lebih lanjut dia menjelaskan menurut data Global Islamic Indicator, modest muslim fashion merupakan salah satu fesyen unggulan dari Indonesia dengan point indicator sebesar 34,26. Angka ini disebut lebih tinggi daripada rata-rata point global yang sebesar 17,55.

"Capaian tersebut bisa didukung lewat kegiatan di Banyuwangi hari ini. Tahun lalu saat mulai pandemi, secara global nilai belanja produk muslim ikut berdampak dan turun 2,9 persen, menjadi 268 miliar dolar AS, atau senilai Rp 3,9 triliun. Namun angka ini diprediksi pulih di 2021 dan terus tumbuh hingga 2024. Nilainya diprediksi mencapai 311 miliar dolar AS atau setara Rp 4,5 triliun," terangnya.

Dia menilai tren positif tersebut perlu dimanfaatkan dengan optimal. Teten menyebut untuk menjadi pusat mode muslim dunia, Indonesia juga perlu melakukan promosi terpadu seperti event Banyuwangi Muslim Fashion Festival 2021.

"Semoga acara ini secara konsisten hadir dan lebih besar lagi skalanya. Bahkan saya harap bisa menjadi kalender dunia untuk fesyen muslim," harap Teten.

Ia juga meminta agar event tersebut menjadi wadah untuk memetakan agregator dan enabler. Sekaligus sebagai pendampingan terhadap pelaku UMKM di sektor produk pakaian, menghubungkan dengan produsen berkualitas, meningkatkan produknya menjadi berstandar global, menghadirkan pembiayaan mudah dan murah, sampai mempertemukan dengan buyer potensial.

"Sehingga transaksi fesyen muslim bisa terdongkrak. Saya berpesan, mari kita tingkatkan belanja produk lokal. Dengan begitu, UMKM akan bertumbuh serta mendukung perbaikan ekonomi nasional. Semoga ikhtiar bersama ini juga dapat membuahkan hasil dan berdampak sepenuhnya bagi kesejahteraan masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Azwar Anas mengatakan kehadiran Banyuwangi Muslim Fashion Festival 2021 diharapkan dapat semakin mendorong fesyen muslim di Banyuwangi agar bisa bangkit karena sempat terpuruk akibat pandemi.

"Kami juga menyasar wisata halal yang kini sangat berkembang di dunia. Kami akan sambut peluang besar ini di Banyuwangi. Bagaimana super big market wisata halal bisa kita ambil dan manfaatkan dengan UMKM," katanya.

Diungkapkan Ipuk, pihaknya juga aktif menjalin kerja sama dengan GAPHURA (Gabungan Perusahaan Haji dan Umrah Nusantara) untuk melihat potensi wisata dan ekonomi di Banyuwangi.

"Mereka siap untuk mempromosikan Banyuwangi di Timur Tengah agar bisa lebih dikenal," katanya.

Dia optimis dunia fesyen muslim bisa menyedot sumber ekonomi dengan cepat. "Karena setiap orang butuh. Apalagi kaum wanita, tak cukup lebih dari satu model. Ini yang kami sebut sebagai market," tandasnya.

Dia berharap karyawan UMKM serta desainer Banyuwangi mendunia. Ipuk pun menyambut baik hasil kolaborasi Banyuwangi dengan Bank Indonesia (BI) Jatim dalam mendorong UMKM dan desainer Banyuwangi agar cepat naik kelas.

(fhs/ega)