Komunitas JokPro DKI Deklarasi Dukung Jokowi-Prabowo di Pilpres 2024

Nahda Rizki Utami - detikNews
Sabtu, 23 Okt 2021 14:56 WIB
Komunitas JokPro 2024 DKI deklarasi dukungan Jokowi-Prabowo (Nahda-detikcom)
Komunitas JokPro 2024 DKI melakukan deklarasi dukungan Jokowi-Prabowo (Nahda/detikcom)
Jakarta -

Komunitas Jokowi-Prabowo (JokPro) 2024 DKI Jakarta mendeklarasikan dukungan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto untuk maju pada Pilpres 2024. Jokowi sudah berulang kali menolak jabatan tiga periode.

Deklarasi digelar di Seknas JokPro 2024, Jakarta Selatan, Sabtu, (23/10/2022). Penasihat JokPro 2024, Qodari, mengatakan pihaknya bakal merayu parpol agar masa jabatan presiden bisa ditambah lewat amandemen UUD 1945.

"Kami lihat perkembangan, tapi paling telat bulan Mei amandemen akan terlaksana. Kira-kira itulah target kami ke depan," kata Qodari.

"Target kita ya masih punya waktu, ya dari sekarang bulan Oktober, kira-kira 6 bulan ke depanlah, terus bergerak agar mengejar seluruh provinsi dan seluruh Indonesia," sambungnya.

Qodari mengklaim JokPro 2024 memiliki kekuatan dari masyarakat. Dia yakin makin banyak yang mendukung agar masa jabatan presiden ditambah lewat amandemen UUD 1945.

"Kalau bisa semua provinsi, semua kabupaten/kota mendukung, maka kami akan punya kekuatan yang luar biasa besar untuk ngomong sama MPR bahwa ini adalah aspirasi masyarakat Indonesia," ujarnya.

Qodari juga mengaku bakal mencari cara untuk merayu PDIP dan Gerindra. Dia mengaku yakin PDIP dan Gerindra akan mendukung gagasan JokPro 2024.

"Caranya dengan begini ya, dengan ini, dengan Jawa Barat ngomong, Jawa Timur ngomong, DKI ngomong, Papua nanti ngomong, provinsi-provinsi ngomong, kabupaten ngomong, kita percaya Bu Megawati sangat memperhatikan suara rakyat," ucapnya.

Dia menyebut nama Jokowi memiliki elektabilitas tinggi menjelang 2024. Menurutnya, tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Jokowi juga tinggi.

"Karena namanya tidak dimasukkan, tapi kalau dimasukkan, nomor satu masih Jokowi. Apalagi ada Prabowo. Jadi kita bicara mengenai dua tokoh yang selama ini de facto mendapatkan dukungan masyarakat," tuturnya.

Anggota Komunitas JokPro 2024, Habib Zen Assegaf, juga mengaku mendukung Jokowi untuk menjabat tiga periode. Menurutnya, Jokowi sebuah anugerah untuk Indonesia.

"Saya pertama tertarik ada Jokowi. Saya pikir Jokowi anugerahlah buat bangsa Indonesia, jadi perlu dipertahankan, ini tak lain ingin negeri ini maju. Kita bukan mau mendukung seseorang hanya untuk kepentingan kelompok, tapi untuk bangsa dan negara ini," katanya.

Jokowi Tolak 3 Periode

Presiden Jokowi telah berulang kali menolak usulan jabatan tiga periode. Dia menganggap usulan itu menjerumuskan dirinya.

"Usulan itu menjerumuskan saya," kata Jokowi lewat akun Twitter resminya yang bercentang biru, @jokowi, Minggu (2/12/2019).

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak juga Video: Dorong Wacana Jokowi 3 Periode, Jokpro Akan Rebut Hati Megawati

[Gambas:Video 20detik]



Jokowi kembali menyatakan dia adalah produk pemilihan presiden yang dipilih langsung oleh rakyat berdasarkan konstitusi. Karena itu, dia dengan tegas menolak usulan masa jabatan presiden tiga periode.

"Saya tegaskan, saya tidak ada niat. Tidak ada juga berminat menjadi presiden tiga periode," kata Jokowi lewat video di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (15/3/2021).

Jokowi mengatakan konstitusi telah mengamanahkan masa jabatan presiden maksimal dua periode. "Itu yang harus kita jaga bersama-sama," ujarnya.

Jokowi juga menilai orang yang mengusulkan masa jabatan presiden tiga periode sedang cari muka. Dia menyebut orang itu juga sedang menampar dirinya.

"Ada yang ngomong presiden dipilih 3 periode, itu ada 3. Ingin menampar muka saya, ingin cari muka, padahal saya punya muka. Ketiga ingin menjerumuskan. Itu saja, sudah saya sampaikan," ucap Jokowi.

Meski demikian, dia mengaku tak bisa melarang orang-orang yang memiliki ide tiga periode. Dia hanya menegaskan dirinya menolak jabatan presiden tiga periode.

"Ada dari akar rumput, dari pihak kekuatan politik, misalnya mengusulkan itu. Biarkan saja. Yang penting kan saya sudah menolak. Sikap saya sama seperti sebelum-sebelumnya. Gimana saya harus menjawab lagi," ujarnya.

(haf/haf)