Kasus Pedagang di Sumut Dipukul Preman Malah Jadi Tersangka Disetop!

Datuk Haris Molana - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 23:15 WIB
Polda Sumut menghentikan penyidikan kasus pedagang dipukul preman jadi tersangka. Status tersangka pada tersangka tersebut pun sudah dicopot. (Datuk Haris/detikcom)
Polda Sumut menghentikan penyidikan kasus pedagang dipukul preman jadi tersangka. Status tersangka pada tersangka tersebut pun sudah dicopot. (Datuk Haris/detikcom)
Medan -

Polda Sumatera Utara (Sumut) telah melakukan gelar perkara khusus terkait penetapan tersangka terhadap Litiwari Iman Gea, pedagang wanita yang dipukul oleh preman di Pasar Gambir, Deli Serdang. Polda Sumut menghentikan penyidikan kasus tersebut.

Hal itu disampaikan Kapolda Sumut Irjen Panca Putra di Mapolda Sumut, Jumat (22/10/2021). Panca awalnya menyampaikan hasil dari tindak lanjut penanganan terhadap perkara yang membuat Gea jadi tersangka.

Menurutnya, setelah Gea dijadikan tersangka, Polda Sumut menurunkan tim untuk melakukan audit. Tim mengaudit proses penyidikan yang dilakukan oleh Polsek Percut Sei Tuan.

Diketahui, di dalam kasus ini, terjadi peristiwa saling lapor antara Gea bersama dengan sejumlah pria bernama Benny, Fery, dan Dedek.

"Ibu Gea melapor karena dilakukan penganiayaan dan begitu juga dengan Benny melaporkan Ibu Gea sebagai orang yang melakukan penganiayaan dan pada akhirnya ditetapkan sebagai tersangka terhadap Ibu Gea," ucap Panca.

Temuan Audit Tim Polda Sumut

Berdasarkan hasil audit, tim Polda Sumut menemukan ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan standard operating procedure (SOP). Panca menyebut penetapan tersangka terhadap Gea tidak tepat.

"Dari hasil audit kita temukan, ditemukan oleh tim yang melakukan audit, diketahui terdapat beberapa hal yang kita nilai tidak sesuai dengan aturan standar operasional prosedur baik meningkatkan perkara laporan Saudara Benny kepada Ibu Gea menjadi penyidikan, termasuk juga penetapan tersangka. Itu temuan dari tim audit," ucap Panca.

Panca menyebut ditemukan ada beberapa langkah yang tidak sesuai dengan SOP sebagaimana diatur dalam Pasal 25 Peraturan Kapolri No 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan yang mengisyaratkan bagaimana penyidik untuk menetapkan tersangka. Demikian juga di sana diatur untuk melaksanakan penetapan sebagai tersangka perlu dilaksanakan gelar perkara.

"Dan ini ada langkah-langkah gelar perkara yang tidak sesuai dengan standar operasional prosedur," sebut Panca.

Kemudian, tim Polda Sumut juga melakukan pemeriksaan tambahan guna melengkapi alat bukti terkait kasus pemukulan preman terhadap pedagang tersebut.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.