Satgas Tingkatkan Kapasitas Relawan dalam Layanan Dukungan Psikososial

Erika Dyah - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 23:05 WIB
Satgas COVID-19
Foto: Dok. Satgas COVID-19
Jakarta -

Bidang Koordinasi Relawan Satuan Tugas COVID-19 (BKR Satgas COVID-19) menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Relawan Layanan Dukungan Psikososial (LDP). Kegiatan ini berlangsung secara serentak di tiga provinsi di Indonesia, yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Sumatera Utara.

Ketua BKR Satgas COVID-19 Andre Rahadian mengatakan kegiatan yang berlangsung selama mulai 18 hingga Oktober 2021 ini akan melibatkan 30 relawan dari berbagai perwakilan organisasi kemasyarakatan, dinas kesehatan, dinas sosial, lembaga sosial yang berada di tiap Provinsi.

Menurutnya, kondisi kesehatan jiwa masyarakat yang terganggu selama masa pandemi adalah fenomena nyata yang harus segera disikapi.

"Aspek psikososial perlu mendapat perhatian, karena dampak jangka panjangnya dapat berpengaruh terhadap berbagai persoalan, khususnya tingkat produktivitas. Untuk itulah kehadiran relawan layanan dukungan psikososial di tengah-tengah masyarakat sangat dibutuhkan dan menjadi dasar pelaksanaan kegiatan Peningkatan Kapasitas Relawan Layanan Dukungan Psikososial (LDP)," ungkap Andre dalam keterangan tertulis, Jumat (22/10/2021).

Andre berharap kegiatan ini mampu membentuk Relawan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang siap terjun mendampingi masyarakat, baik itu kelompok rentan (lansia, anak, disabilitas, dan lain-lain).

"Dan tenaga kesehatan yang membutuhkan terkait adaptasi kebiasaan baru, cara atau respons dalam menghadapi situasi pandemi, memberdayakan masyarakat terdampak pandemi, mengkampanyekan perubahan perilaku masyarakat, mengkampanyekan vaksinasi serta donor plasma konvalesen," tambahnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan pelaksanaan kegiatan dilakukan secara offline selama enam hari dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Di tiga hari pertama , seluruh relawan akan mendapatkan pelatihan peningkatan kapasitas dengan jumlah tujuh sesi materi yang disampaikan oleh narasumber yang mumpuni di bidangnya.

Adapun ketujuh materi tersebut antara lain,

1. Pengantar kerelawanan

2. Protokol kesehatan dan seputar COVID-19

3. Psikoedukasi

4. Dukungan psikologi awal

5. Layanan dukungan psikososial

6. Pendampingan sosial

7. Fungsi koordinasi (pelaporan)

Sementara itu, di hari keempat dan kelima, relawan yang telah dibekali materi akan turun ke lapangan untuk melakukan praktik pendampingan kepada lembaga sosial sasaran program.

Andre menyebutkan lokasi lembaga yang tersebar di tiga provinsi tersebut antara lain, UPTD Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri, SLB Yayasan Untung Tuah, Panti Asuhan Anak Harapan, RS Abdul Muis, Panti Asuhan Al Ikhlas Dinsos Provinsi Kalsel, RS Bhayangkara Tk. III Banjarmasin Tembusan Dinkes Prov Kalsel, Panti Lansia Binjai, Panti Anak Ora El Labora, RSUD GL Tobing, dan Panti Lansia Provsu.

Di hari terakhir, seluruh relawan yang menjadi peserta kegiatan akan melakukan monitoring dan evaluasi program secara keseluruhan.

"Selama ini hal-hal yang berkaitan dengan kondisi psikososial masih belum banyak kita sentuh. Memang, telah banyak layanan dukungan psikososial yang diadakan oleh berbagai instansi, lembaga dan organisasi, seperti layanan bantuan psikologi 'Sejiwa' dan #SahabatRelawan, yang dilakukan secara daring. Namun, dukungan psikososial yang diberikan secara langsung di masyarakat, belum banyak dilakukan," kata Kepala Sub-Bidang Relawan Kesehatan BKR Satgas COVID-19 dr. Joseph Frederick William.

dr Joseph menilai dukungan psikososial penting diberikan kepada mereka yang terpapar, supaya mereka bisa menjalani masa penyembuhan dan juga melawan penyakit yang diderita. Sehingga, nantinya masyarakat tak kehilangan harapan saat dirawat. Mengingat para pasien COVID umumnya tidak dapat didampingi oleh keluarga.

Selain itu, dr Joseph pun mengatakan pelatihan ini bertujuan agar dampak negatif dari pandemi, yang mungkin dapat memunculkan berbagai gejolak sosial, dapat diredam. Sehingga tidak berkembang menjadi keresahan yang mengganggu atau malah menjadi gerakan yang tidak kondusif dalam upaya menangani dan mengendalikan penyebaran serta penularan virus penyebab COVID-19

"Kegiatan yang berlangsung di tiga Provinsi ini adalah rangkaian awal, Satgas Relawan akan terus melanjutkan Peningkatan Kapasitas Relawan di berbagai Provinsi di Indonesia kedepannya," tuturnya.

"Secara berkelanjutan Satgas Relawan juga akan terus bersinergi melalui relawan binaan bersama berbagai Kementerian, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan berbagai organisasi profesi dan kemasyarakatan di Indonesia untuk terus mewujudkan kesehatan mental bagi masyarakat dan terutama kelompok rentan yang terdampak pandemi," pungkasnya.

(akn/ega)