Gagasan RI untuk Penerbangan Sipil Global Jadi Deklarasi Bersama ICAO

Erika Dyah - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 22:05 WIB
Kemenhub
Foto: Dok. Kemenhub
Jakarta -

Gagasan Indonesia dalam upaya pemulihan dan ketahanan penerbangan sipil global diterima. Bahkan, menjadi kesepakatan bersama yang dituangkan dalam deklarasi bersama di rangkaian Pertemuan Tingkat Menteri anggota Organisasi Penerbangan Sipil Dunia/International Civil Aviation Organization (ICAO).

Dalam penutupan ICAO High Level Conference on COVID-19 (HLCC) 2021 yang berlangsung daring, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkap pihaknya menyambut baik hasil kesepakatan bersama para anggota ICAO dalam upaya bersama memulihkan penerbangan sipil global akibat pandemi COVID-19.

"Kami mendukung diadopsinya Deklarasi tingkat Menteri sebagai hasil dari pertemuan ini. Deklarasi ini merupakan upaya kita bersama untuk pemulihan dan ketahanan penerbangan sipil global," ujar Budi dalam keterangan tertulis, Jumat (22/10/2021).

Adapun isi dari deklarasi tersebut salah satunya memasukkan gagasan dari Indonesia. Budi menjelaskan, gagasan tersebut menginginkan adanya penyelarasan strategi manajemen risiko antarnegara anggota ICAO agar pemulihan dapat dilakukan dengan aman serta turut mendukung kebangkitan ekonomi secara global.

"Kami berharap deklarasi ini dapat menjadi katalis bagi negara anggota untuk menyelaraskan pelaksanaan pemulihan penerbangan global, dengan mempertimbangkan kondisi unik dari masing-masing negara," tuturnya.

Budi pun berharap pertemuan ini akan membawa hasil positif dalam bentuk komitmen global. Khususnya, untuk pemulihan penerbangan sipil baik nasional, regional, maupun global dengan aman dan efisien.

Sebagai informasi, kegiatan ICAO HLCC berlangsung dari 12 hingga 22 Oktober 2021 dan diikuti oleh Negara ICAO sejumlah 129 Negara dengan total 1574 delegasi peserta, serta diikuti pula oleh Organisasi Internasional (OI) sebagai Observer sejumlah 38 Organisasi dengan 196 delegasi peserta.

Budi menerangkan konferensi ini bertujuan untuk mencapai konsensus global dalam upaya pemulihan penerbangan yang aman dan efisien dari krisis COVID-19. Serta membangun landasan untuk memperkuat ketahanan dalam penerbangan dan membuatnya lebih berkelanjutan di masa depan.

Diketahui, sebelumnya Budi telah menyampaikan sambutan pada pembukaan ICAO HLCC pada Selasa (12/10). Dalam kesempatan tersebut, Budi menyampaikan keikutsertaan Indonesia pada pertemuan internasional ini diharapkan dapat menyuarakan hal-hal strategis terkait penanganan penerbangan sipil di masa pandemi. Ia pun berharap ada tindak lanjut dari ICAO dalam bentuk kertas kerja (working papers).

Selain itu, Budi menyampaikan pihaknya mengajak anggota ICAO saling bekerja sama untuk mengatasi pandemi. Ia pun mengajak agar sektor transportasi udara kembali bangkit, bahkan harus lebih kuat dari sebelumnya.

Dalam kegiatan ini, delegasi Indonesia dari Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub telah menyampaikan 3 (tiga) kertas kerja dengan judul Airport Emergency Planning, Assistance to Aircraft Accident Victims and Their Families dan ATM Contigency Measures and Recovery During COVID-19. Selain itu, delegasi Indonesia juga menyampaikan 6 (enam) Information Papers yang diunggah oleh ICAO pada situs resmi HLCC 2021.

Lihat juga video 'Syarat Penerbangan Jawa-Bali Terbaru: Tidak Boleh Antigen':

[Gambas:Video 20detik]



(akn/ega)