Polda Metro Akan Luncurkan Aplikasi Agar Warga Bedakan Pinjol Legal-Ilegal

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 20:59 WIB
Polisi mengumumkan 3 tersangka baru dalam kasus kebakaran Lapas Tangerang, Banten. Penetapan tersangka dilakukan usai gelar perkara. Pengumuman disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus (kedua kanan) dan Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat (kanan).
Kombes Yusri Yunus (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Polisi terus melakukan penindakan praktik pinjaman online (pinjol) ilegal. Dalam upaya pencegahan, Polda Metro Jaya akan meluncurkan aplikasi membantu warga membedakan pinjol ilegal dan legal.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya saat ini tengah menyusun aplikasi perihal praktik pinjol. Lewat aplikasi itu nantinya warga akan terbantu dalam membedakan mana aplikasi pinjol yang legal dan ilegal.

"Polda Metro Jaya sedang susun platform agar masyarakat dapat melihat aplikasi itu legal atau ilegal," kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/10/2021).

Yusri menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak OJK dan Kominfo dalam aplikasi yang tengah disusun jajarannya. Lewat aplikasi itu diharapkan pencegahan masyarakat yang menjadi korban pinjaman online bisa ditingkatkan.

Sejauh ini sudah ada 13 orang yang ditetapkan oleh Polda Metro Jaya terkait tindak kejahatan pinjaman online ilegal. 13 tersangka itu didapat dari lima kantor pinjaman online ilegal yang tersebar mulai dari Tangerang hingga Jakarta Pusat.

Yusri memastikan penindakan kepada praktik pinjaman online ilegal tidak akan berhenti. Pihaknya juga berharap peran masyarakat dalam melaporkan kasus-kasus serupa kepada pihak kepolisian.

"Polda Metro Jaya nggak akan berhenti. Tim sudah dibentuk sejak kita akan terus susur di dunia maya dan kami harap ada laporan masyarakat sampai saat ini. Kami akan tindak lanjuti laporan tersebut biar kami sikat tuntas sampai ke akar kejahatan fintech ilegal," terang Yusri.

Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis menambahkan, dari 13 orang yang ditetapkan tersangka, para pelaku bukan hanya berstatus sebagai karyawan. Dia menyebut ada direktur hingga supervisor perusahaan yang turut ditindak.

Simak video 'Polda Metro Telah Gerebek 5 Kantor Pinjol, 13 Orang Jadi Tersangka':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: