Pemkot Surabaya Diminta Gaungkan Gerakan Belanja ke Pasar Tradisional

Jihaan Khoirunnisa - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 20:04 WIB
AH Thony
Foto: DPRD Surabaya
Jakarta -

DPRD Kota Surabaya mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan upaya pemulihan ekonomi usai COVID-19 melandai. Salah satunya dengan menggaungkan gerakan belanja ke pasar tradisional.

Hal itu diungkapkankan Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya AH Thony saat mengunjungi Pasar Gayungsari, Surabaya. Di sana ia menjaring aspirasi para pedagang pasar yang jumlahnya hanya 30 orang terkait pemulihan ekonomi.

"Kita mencoba membantu Pemerintah Kota Surabaya untuk supaya ada perbaikan dengan cara gerakan kembali ke pasar tradisional," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (22/10/2021).

Menurutnya, gerakan kembali Pasar Tradisional diharapkan dapat mendorong geliat perekonomian di pasar tradisional. Utamanya pasca lonjakan kasus COVID-19 di Surabaya. Meski begitu, Thony mengimbau agar pemerintah daerah melakukan perbaikan fasilitas di pasar-pasar. Tujuannya untuk memastikan gerakan kembali ke pasar tradisional berjalan lancar.

"Banyak hal yang harus dibenahi. Ada banyak hal yang harus diperbaiki, berkaitan dengan fasilitas pasar yang kondisinya sangat memprihatinkan, atap-atap sudah mulai lapuk. Kemudian sarana pendukungnya sangat minim. Kemudian sarana toilet terkesan apa adanya. Dan kemudian side plan pasar kurang nampak dan membuat pasar kurang diminati," terangnya.

Selama kunjungan, Thony mengaku mendapat curhat dari pedagang. Ia mengatakan para pedagang setuju dengan rencana revitalisasi pasar tradisional supaya lebih nyaman dan lebih bersih.

"Sekarang kita minta kepada Pemerintah Kota Surabaya, khususnya Wali Kota bersama dengan PD Pasar untuk ada keseriusan dalam menghidupkan pasar tradisional ini. Lebih bagus menggarap satu pasar menjadi pasar modern daripada memberikan sedikit-sedikit penambahan tapi tidak nampak," tuturnya.

"Harus ada percontohan pasar modern, fasilitasnya bagus, bersih, sehat. Kemudian dagangannya lengkap. Itu akan diminati banyak orang dan ekonomi kembali bergerak," lanjutnya.

Selain perbaikan infrastruktur, Thony juge menyoroti perlunya dukungan berupaya pendanaan dari koperasi yang dikelola oleh Pemkot Surabaya. Ini agar para pedagang tidak terkena jerat rentenir.

Salah satu pedagang, Irma yang sudah puluhan tahun menyewa stand di Pasar Gayungansari mengaku setuju adanya perbaikan pasar. Sebab selama ini ia hanya membayar sewa tapi tidak ada revitalisasi pasar yang bisa menarik pembeli untuk belanja di pasar tradisional.

"Rutin retribusinya tiap bulan. Ada orang nagih tok kesini. Nggak pernah ada pembenahan, dulu sudah ada wacana ke sana (revitalisasi) tapi tidak pernah terlaksana," tuturnya.

Irma mengakui beberapa bulan terakhir situasi Pasar Gayungsari tidak begitu ramai. Hal tersebut dampak dari pandemi COVID-19. "Pengunjungnya adem ayem (sepi)," tandas Irma.

Lihat juga video 'Makan Komplit Cuma Bayar Rp 2 Ribu Aja di Warung Ini!':

[Gambas:Video 20detik]



(ncm/ega)