Upaya Pemerintah Dorong Masyarakat Produktif dan Aman dari COVID-19

Inkana Putri - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 18:53 WIB
Prof. Wiku Adisasmito
Foto: dok. Satgas COVID-19
Jakarta -

Pemerintah terus berupaya mendorong penanganan pandemi di Indonesia. Dengan demikian, masyarakat dapat kembali beraktivitas secara produktif dan aman dari COVID-19.

Saat ini, pemerintah juga telah melakukan pembukaan secara bertahap sehingga pemulihan ekonomi di berbagai sektor terus berjalan. Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito pun menjelaskan saat ini pemerintah tengah melakukan penyesuaian berdasarkan Inmendagri No. 53 Tahun 2021 untuk PPKM level 1-3 di Jawa-Bali dan Inmendagri No. 54 Tahun 2021 untuk PPKM level 1-3 di wilayah non Jawa-Bali.

"Saat ini pembukaan secara bertahap dilakukan dengan penyesuaian berdasarkan level suatu daerah dalam kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Serta dilakukan uji coba pada kegiatan olahraga seperti sepakbola dan balap sepeda," ujarnya dikutip dari website covid19.go.id, Jumat (22/10/2021).

Wiku menambahkan pemerintah juga akan melakukan uji coba di Liga 1 Jawa-Bali. Dalam pelaksanaannya, pertandingan akan dilakukan 1 kali seminggu dengan penonton maksimal 25% atau 5.000 orang dengan hasil skrining berstatus hijau.

"Akan dilakukan uji coba penerimaan penonton langsung liga 1 di wilayah Jawa - Bali yang ditentukan oleh PSSI dan PT LIB," tambahnya.

Untuk pertandingan sepakbola di wilayah luar Jawa-Bali, juga dilakukan uji coba penerimaan penonton langsung di Liga 2 dengan maksimum penonton adalah 25% kapasitas atau 5.000 orang.

Selain itu, Wiku mengatakan pemerintah akan melakukan simulasi protokol kesehatan menggunakan sistem bubble to bubble untuk balap sepeda di Cimahi dan Garut pada tanggal 23-31 Oktober 2021. "Kegiatan tersebut tanpa dihadiri penonton dan pelaksanaannya menerapkan skrining PeduliLindungi," lanjutnya.

Di samping itu, nantinya juga akan dilakukan penyesuaian pada penambahan pintu masuk perjalanan internasional di Bandara Hang Nadim dan Raja Haji Fisabilillah di Kepulauan Riau. Penyesuaian juga akan dilakukan di pintu masuk jalur laut di Bali dan Kepulauan Riau yang terbuka untuk kapal pesiar cruise dan kapal layar atau yacht.

(fhs/ega)