Catat! Pelat 'RF' Tak Kebal Ganjil Genap

Yogi Ernes - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 17:57 WIB
Kebijakan pembatasan kendaraan dengan sistem ganjil genap diterapkan lagi di Jakarta pada hari ini, Kamis (12/8). Pemberlakuan ganjil genap mulai pukul 06.00 WIB-20.00 WIB.
Ilustrasi kawasan ganjil genap (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta -

Perluasan ganjil genap di 13 titik Ibu Kota berlaku mulai Senin (25/10). Ganjil genap berlaku untuk seluruh kendaraan pribadi, kecuali beberapa kendaraan tertentu yang masuk daftar pengecualian.

"Ada kendaraan yang dikecualikan pada pelaksanaan manajemen lalu lintas dengan ganjil genap selama pelaksanaan PPKM level 2. Ada 17 jenis kendaraan yang dikecualikan melintas di area ganjil genap," kata Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (22/10/2021).

17 jenis kendaraan yang dikecualikan itu mulai kendaraan bertanda khusus yang membawa penyandang disabilitas, ambulans, dan pemadam kebakaran. Kemudian, kendaraan angkutan umum pelat kuning hingga motor bebas ganjil genap juga.

"Kemudian angkutan umum pelat kuning. Lalu kendaraan yang digerakkan dengan motor listrik, sepeda motor. Berikutnya kendaraan angkutan barang khusus mengangkut bahan bakar minyak atau bahan bakar gas," ungkap Syafrin.

Pelat RF 'Tak Kebal' Ganjil Genap

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menambahkan kendaraan petugas instansi TNI/Polri dan petugas instansi yang dikecualikan adalah kendaraan operasional dengan pelat dinas resmi dan pelat dinas merah (bagi ASN). Pelat hitam dengan kode 'RF' tidak kebal ganjil genap.

"Yang dikecualikan adalah pelat merah dan pelat dinas TNI-Polri dan pelat dinas institusi. Selama kendaraan itu pakai pelat hitam termasuk RF dan sebagainya dia terkena aturan gage 13 kawasan ini dan ketentuan tadi mulai berlaku Senin, 25 Oktober 2021," tutur Sambodo.

Berikut ini 17 kendaraan yang dikecualikan selama penerapan gage 13 titik pekan depan:

1. Kendaraan bertanda khusus yang membawa penyandang disabilitas.
2. Kendaraan ambulans kendaraan pemadam kebakaran.
3. Angkutan umum pelat kuning.
4. Kendaraan yang digerakkan dengan motor listrik.
5. Sepeda motor.
6. Kendaraan angkutan barang khusus mengangkut bahan bakar minyak (BBM)
7. Kendaraan angkutan bahan bakar gas (BBG).
8. Kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara RI (Presiden, Wakil Presiden, Ketua MPR, DPR, DPRD, MA MK KY dan BPK).
9. Kendaraan dinas operasional berpelat merah TNI-Polri.
10. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing dan lembaga internasional yang jadi tamu negara.
11. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas.
12. Kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Polri. Contohnya kendaraan mengangkut uang dengan pengawasan penuh rekan-rekan kepolisian.
13. Kendaraan petugas COVID-19 selama masa bencana COVID-19.
14. Kendaraan mobilisasi pasien COVID-19.
15. Kendaraan mobilisasi vaksin COVID-19.
16. Kendaraan pengangkut tabung oksigen.
17. Kendaraan barang angkut logistik.

(mea/fjp)